Jepang Turun Tangan Bantu Tangani Karhutla di Kalbar, 180 Personel Disiapkan di Asrama Haji Pontianak

Pontianak,KalbarMediamabespolri.com Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat mendapat dukungan internasional. Personel militer Jepang bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai mempersiapkan dukungan operasional untuk misi kemanusiaan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan.

Asrama Haji Pontianak disiapkan menjadi salah satu fasilitas pendukung bagi personel Jepang yang akan menjalankan misi tersebut.

Pada Senin (31/8/2026), sejumlah personel militer Jepang bersama TNI melakukan survei langsung ke Asrama Haji Pontianak. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas yang akan digunakan selama pelaksanaan misi.

Dalam peninjauan tersebut, Rahimin dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat turut mendampingi tim. Sejumlah fasilitas diperiksa, mulai dari kamar, aula, fasilitas pendukung hingga lingkungan asrama.

180 Personel Disiapkan

Untuk mendukung misi bantuan tersebut, sekitar 180 personel Jepang direncanakan menggunakan fasilitas Asrama Haji Pontianak selama 21 hari.

Pengerahan personel Jepang merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya penanganan Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Pemerintah Jepang sebelumnya telah mengerahkan Japan Disaster Relief Self-Defense Forces Unit untuk membantu penanganan Karhutla di Indonesia.

Dalam misi tersebut, Jepang melibatkan tiga helikopter CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) serta kapal angkut JS Kunisaki.

Kehadiran unsur Jepang diharapkan dapat menambah kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama dalam menghadapi kebakaran di kawasan hutan dan lahan serta dampak asap yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Asrama Haji Bukan Pertama Kali Digunakan

Pemanfaatan Asrama Haji Pontianak untuk mendukung operasi penanggulangan bencana bukan kali pertama dilakukan.

Sebelumnya, fasilitas tersebut juga pernah digunakan untuk mendukung mobilisasi personel dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Barat.

Tercatat, Asrama Haji Pontianak pernah menampung 120 personel TNI Angkatan Laut selama delapan hari, kemudian 300 personel TNI Angkatan Darat dari Mabes TNI, serta 104 personel Brimob selama satu hari.

Penggunaan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Asrama Haji Pontianak memiliki fungsi pendukung yang lebih luas, tidak hanya untuk pelayanan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam kondisi tertentu untuk mendukung operasi kemanusiaan, mobilisasi personel, dan penanggulangan bencana.

Kolaborasi Indonesia–Jepang

Kolaborasi antara Indonesia dan Jepang dalam penanganan Karhutla menjadi bagian dari kerja sama kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Dengan dukungan personel, peralatan dan fasilitas pendukung, sinergi kedua negara diharapkan dapat memperkuat respons terhadap Karhutla sekaligus membantu melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran serta asap.

Asrama Haji Pontianak pun menjadi salah satu titik pendukung penting dalam mobilisasi misi tersebut, sementara personel TNI dan unsur terkait terus bersinergi menghadapi ancaman Karhutla di Kalimantan Barat.

Red/Hasan

Sumber Berita: Tim Liputan