*Hutan Pinus Pegunungan Tembe-Sikaja Dua Titik Api Masih Membara, Polisi dan Warga Siaga Ditengah Kendala Akses Ekstrem*
*Hutan Pinus Pegunungan Tembe-Sikaja Dua Titik Api Masih Membara, Polisi dan Warga Siaga Ditengah Kendala Akses Ekstrem*

Kamba, Pamona Timur, Poso-Sulteng Mediamabespolri.com// Kebakaran hutan pinus di kawasan Pegunungan Tembe dan Sikaja, Desa Kamba, Kecamatan Pamona Timur, masih terus meluas hingga Jumat (06/11/2026).
Berdasarkan hasil patroli yang dipimpin Ka SPKT III Polsek Pamona Timur, Aipda I Made Tirta Umbara, bersama dua personel kepolisian, sepuluh warga, dan satu perwakilan pemerintah desa, ditemukan dua titik api aktif (hotspot) pada koordinat -1.852691, 120.853808 (Pegunungan Tembe) dan -1.851888, 120.855540 (Pegunungan Sikaja). Api yang terpantau ini merupakan rembetan dari kebakaran sebelumnya pada 21 Oktober 2026, yang diduga dipicu oleh korsleting listrik akibat pohon pinus tumbang.
Upaya pemadaman menghadapi kendala serius. Bara api yang masih menyisa dari kebakaran sebelumnya terus menjalar ke pohon-pohon pinus lainnya, diperparah oleh kondisi kemarau panjang yang membuat vegetasi sangat mudah terbakar. Akses menuju lokasi hanya dapat dilalui dengan kendaraan khusus pengangkut getah pinus (ojek pinus), sehingga mobil pemadam kebakaran tidak dapat masuk. Selain itu, jalur menuju titik api rawan tertimpa pohon pinus tumbang, membahayakan keselamatan personel dan warga yang berupaya memadamkan. Kawasan yang terbakar merupakan sumber mata pencaharian utama warga melalui penyadapan getah pinus, serta berdekatan dengan wilayah operasional PLTA Arkora dan HGU PT Riu Mamba Karya Sentosa. Hingga berita ini dirilis, api masih membesar dan korban jiwa nihil, sementara kerugian materiil belum dapat ditaksir.
Menyikapi situasi darurat yang semakin kompleks ini, Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman AM, S.H., pada wartawan mengatakan “Kondisi di lapangan sangat menantang. Api yang kami temukan hari ini adalah bara sisa dari kebakaran 21 Oktober lalu yang kembali menyala karena kemarau panjang dan angin kencang. Kami mengapresiasi keberanian warga Desa Kamba yang tetap setia mendampingi personel Polsek memantau lokasi meski medannya sangat berbahaya. Pohon-pohon pinus yang tumbang bisa roboh kapan saja dan mengancam nyawa siapa pun yang berada di dekatnya. Oleh karena itu, keselamatan personel dan masyarakat adalah prioritas utama kami saat ini,” ujar IPTU Risman AM.
Kapolsek mendesak koordinasi lintas sektor yang lebih kuat, termasuk peran perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi.
“Kami meminta dukungan penuh dari pengelola PLTA Arkora dan PT Riu Mamba Karya Sentosa untuk turut serta dalam penanganan kebakaran ini, baik melalui penyediaan sarana pemadaman yang mampu menjangkau medan pegunungan maupun bantuan logistik bagi warga dan petugas. Hutan pinus ini bukan hanya aset negara, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat dan penopang operasional perusahaan. Kami juga mengimbau warga untuk tidak nekat mendekati area kebakaran sendirian dan segera melaporkan setiap perkembangan titik api kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek. Mari kita bersatu padu menyelamatkan hutan pinus Pamona Timur sebelum kerugian menjadi lebih besar,” tambahnya.
Personel Polsek Pamona Timur bersama masyarakat akan terus melaksanakan pemantauan ketat hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya, sambil menunggu dukungan sarana dan prasarana dari instansi terkait untuk penanganan yang lebih optimal.
Pewarta & Editor
Obeth Kapita
