GML Kabupaten Tangerang Gelar Aksi Tolak Kenaikan BBM dan Program MBG, Suara Rakyat Kecil Menggema di Depan Gedung DPRD
www.mediamabespolri.com
Kabupaten Tangerang — Gelombang aspirasi masyarakat kembali menggema di depan gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (7/5/2026). Aksi unjuk rasa yang digelar Gabungan Masyarakat Lembaga (GML. Gabungan Masyarakat Lembaga). Kabupaten Tangerang berlangsung tertib namun penuh semangat.
Massa aksi menyuarakan penolakan terhadap isu kenaikan harga BBM serta program MBG yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat kecil.
Ratusan peserta aksi tampak membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi ekonomi rakyat yang saat ini masih sulit. Dalam orasinya, para peserta demo meminta pemerintah pusat tidak menambah beban masyarakat dengan kebijakan yang dianggap kurang tepat sasaran.
Di tengah aksi, salah satu warga yang diwawancarai awak media menyampaikan harapannya terkait program MBG. Dengan nada penuh harapan, seorang ibu peserta aksi mengatakan bahwa bantuan tersebut dinilai lebih baik diberikan langsung dalam bentuk uang kepada orang tua siswa.
“Lebih baik MBG diuangkan saja dan diberikan kepada masing-masing orang tua. Biarkan orang tua yang mengatur pola makan anaknya, karena orang tua lebih tahu makanan kesukaan anaknya masing-masing dan bisa mengatur uang dengan baik,” ujarnya di sela-sela aksi.
Pernyataan tersebut mendapat respons dan dukungan dari peserta aksi lainnya. Mereka menilai masyarakat lebih memahami kebutuhan rumah tangga masing-masing dibandingkan sistem bantuan yang dianggap seragam.
Sementara itu, dalam pidatonya di depan gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Alamsyah selaku salah satu tokoh aksi menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan yang dinilai memberatkan rakyat kecil.
Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi masyarakat hingga saat ini masih belum stabil.
“Jangan pernah masyarakat kecil terus-menerus dijadikan beban. Soal BBM dan MBG katanya demi kepentingan masyarakat, padahal kenyataannya rakyat masih menderita sampai sekarang.
Ekonomi sedang sulit, malah BBM mau dinaikkan dan program MBG dinilai belum baik untuk masyarakat. Mau sampai kapan rakyat terus menderita akibat aturan pejabat-pejabat tinggi yang berkuasa,” tegas Alamsyah dalam orasinya yang disambut sorakan peserta aksi.
Meski berlangsung dengan penuh semangat, aksi demonstrasi berjalan aman dan kondusif. Aparat keamanan tampak melakukan pengawalan guna memastikan jalannya aksi tetap tertib.
Tak berselang lama setelah massa menyampaikan aspirasi, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang dikabarkan langsung menemui perwakilan demonstran. Pertemuan tersebut disambut positif oleh massa aksi karena dianggap sebagai bentuk keterbukaan pemerintah daerah dalam menerima aspirasi masyarakat.
Dalam keterangannya di hadapan peserta aksi, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa pihaknya akan segera membuat surat resmi untuk diteruskan kepada pemerintah pusat dan pejabat terkait.
“Insya Allah aspirasi masyarakat akan segera kami sampaikan kepada pusat. Mudah-mudahan Bapak Presiden juga mengetahui dan merespons cepat apa yang menjadi harapan masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Pernyataan tersebut sontak mendapat tepuk tangan dari peserta demonstrasi yang berharap tuntutan mereka benar-benar diperhatikan pemerintah pusat.
Masyarakat berharap kebijakan yang diambil ke depan dapat lebih berpihak kepada rakyat kecil, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian besar warga.
Aksi yang digelar GML Kabupaten Tangerang ini menjadi gambaran bahwa suara masyarakat masih terus menginginkan kebijakan yang dianggap lebih adil dan tepat sasaran.
Harapan besar kini tertuju kepada pemerintah pusat agar mampu mendengar langsung aspirasi rakyat dan menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Red,”( Ahmad.S.A.MMP ).






