Duka Mendalam, Kaperwil Media Mabespolri Banten Sampaikan Doa untuk Almarhum Kades Cikande

 

www.mediamabespolri.com

 

Kabupaten Tangerang – Kabar duka menyelimuti masyarakat Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Kepala Desa Cikande, Acep Eman, dikabarkan telah berpulang pada Jumat, 3 April 2026. Kepergian sosok pemimpin desa tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat serta berbagai pihak yang mengenalnya.

 

Sebagai bentuk empati dan penghormatan, Kaperwil Media Mabespolri Provinsi Banten, Ahmad S.A., bersama seluruh anggota Media Mabespolri turut menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhum.

 

Dalam pernyataannya, Ahmad S.A. mengungkapkan rasa kehilangan atas sosok Acep Eman yang dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan amanahnya sebagai kepala desa.

“Kami segenap keluarga besar Media Mabespolri Provinsi Banten turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Bapak Acep Eman, Kepala Desa Cikande.

 

Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Ahmad S.A.

 

Ia juga menambahkan bahwa almarhum dikenal sebagai figur yang bersahaja, mudah bergaul, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa Cikande. Selama masa kepemimpinannya, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendorong kemajuan desa.

 

Ucapan doa juga disampaikan untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

 

“Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, serta kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Semoga kenangan baik almarhum menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tambahnya.

 

Kepergian Acep Eman menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Desa Cikande. Banyak warga yang mengenang jasa dan pengabdian beliau selama menjabat sebagai kepala desa. Sosoknya yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat menjadikannya figur yang dihormati dan dicintai.

 

Di tengah suasana duka ini, doa dan harapan terus mengalir dari berbagai kalangan. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan almarhum menjadi ladang pahala, serta menjadi teladan bagi generasi penerus dalam membangun desa dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

 

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum husnul khotimah.

 

Editor,”( Sufyani/Prabu ).