Bhayangkari NTB Dorong Perubahan Perilaku Kelola Sampah di Gili Trawangan

Bhayangkari NTB Dorong Perubahan Perilaku Kelola Sampah di Gili Trawangan

Lombok Utara NTB ll madiamabespolri.com//Bhayangkari Daerah NTB mempertegas arah gerakan lingkungan dari sekadar pencapaian simbolik menuju perubahan perilaku masyarakat, dengan menyasar kawasan wisata Gili Trawangan melalui edukasi pengolahan sampah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan.

Kegiatan yang dirangkai dengan HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke 46 tahun dan hari kartini ke 147 tahun yang dipusatkan di Chili House Community, Senin, 20 April 2026, melibatkan murid – murid dan orang tuanya dalam praktik langsung pembuatan eco enzyme sebagai solusi sederhana pengelolaan limbah organik dari rumah tangga.

Ketua Bhayangkari Daerah NTB Ny. Uty Edy Murbowo menegaskan bahwa keberhasilan sebelumnya dalam pembuatan eco enzyme hingga mencatatkan rekor MURI tidak boleh berhenti sebagai capaian seremonial.

“Yang paling penting bukan rekornya, tetapi bagaimana gerakan ini benar-benar mengubah kebiasaan masyarakat. Kami ingin eco enzyme menjadi bagian dari pola hidup, dimulai dari rumah tangga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Gili Trawangan dipilih karena menghadapi tantangan nyata dalam pengelolaan sampah di tengah tingginya aktivitas pariwisata. Menurut dia, intervensi berbasis edukasi dinilai menjadi pendekatan paling efektif untuk membangun kesadaran kolektif.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada teknik pembuatan eco enzyme dari limbah organik, tetapi juga didorong memahami nilai keberlanjutan melalui pendekatan praktis. Untuk memperkuat motivasi, panitia menggelar lomba dengan hadiah menarik.

Pendiri Chili House Community Noor Ain Hussin, Ph.D., mengatakan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan utama dalam penanganan sampah di kawasan wisata.

“Selama ini persoalannya bukan hanya pada sistem, tetapi pada cara pandang. Ketika masyarakat mulai melihat sampah sebagai sumber daya, maka solusi akan tumbuh dari dalam komunitas itu sendiri,” katanya.

Ia menilai pendekatan edukasi berbasis praktik seperti eco enzyme lebih efektif karena memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat, sekaligus memperkecil jarak antara pengetahuan dan implementasi.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah di tingkat lokal.

“Edukasi ini tidak boleh berhenti di satu kegiatan. Kami akan terus mendorong keterlibatan masyarakat agar praktik ini menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.

Sebagai langkah percepatan adopsi, Bhayangkari Cabang Lombok Utara juga membagikan eco enzyme siap pakai kepada masyarakat setempat, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan sekaligus memicu minat untuk memproduksi secara mandiri.

Penguatan peran anak-anak sebagai agen perubahan turut menjadi fokus dalam kegiatan ini. Melalui keterlibatan sejak dini, diharapkan kesadaran lingkungan tidak hanya tumbuh secara individu, tetapi juga memengaruhi pola perilaku dalam keluarga.

Upaya ini dinilai sebagai bagian dari pendekatan baru dalam penanganan sampah di kawasan wisata, yang tidak lagi bertumpu pada penanganan akhir, melainkan menekankan perubahan perilaku di tingkat rumah tangga. ( wis )

Lombok Utara, 20 April 202
Disusun Oleh : Humas Bhayangkari
Redaktur : Heny Fitriani,S.E.,M.M.,M.H

Mengetahui,
Ketua Bahyangkari Darrah NTB
Ny. Uty Edy Murbowo

Tembusan :
Kapolda NTB
Irjen Pol Edy Murbowo,S.I.K.,M.Si

Kapolres Lombok Utara
AKBP Agus Purwanta,S.I.K