Amas Muda Kritik Bupati Aceh Tenggara Adnan Kst Ketua lsm Kompak Aceh Tenggara Nilai Tuduhan Tidak Sesuai Fakta Lapangan
Kutacane,Aceh Tenggara | Mediamabespolri.com // Tuduhan keras yang dilontarkan kelompok Amas Muda terhadap Bupati Aceh Tenggara, HM. Salim Fachry, SE, MM, yang menyebut publik telat menyadari kehadiran “pemimpin yang tuli dan otoriter”, mendapat perlawanan frontal dari Adnan Kst Ketua lsm Kompak Aceh Tenggara yang juga menjabat sebagai Koordinator I Tim Keamanan SAH (TIM SAH). Pernyataan tersebut dinilai sebagai kritik serampangan, miskin data, dan sarat muatan politis yang berpotensi menyesatkan opini publik.
Ketua lsm Kompak Aceh Tenggara Koordinator I Tim Keamanan SAH(Tim SAH ) Adnan Kst secara terbuka membantah narasi Amas Muda yang menurutnya jauh dari realitas kepemimpinan di lapangan, terutama dalam penanganan bencana banjir yang baru-baru ini melanda Aceh Tenggara dan wilayah sekitarnya.
“Saya sebagai Ketua lsm Kompak Aceh tenggara dan juga Koordinator I Tim Keamanan SAH (TIM SAH )merasa perlu meluruskan kebohongan narasi yang disebarkan Amas Muda. Kandidat yang kami perjuangkan bukan pemimpin yang bersembunyi di balik meja, tetapi hadir dan bergerak saat rakyat membutuhkan,” tegas Adnan Kst, Sabtu (3/1/2026).
Ia menyebut, saat banjir menerjang sejumlah kecamatan di Aceh Tenggara, Bupati HM. Salim Fachry justru berada di garis depan, memastikan bantuan tersalurkan secara cepat dan merata. Bahkan, kepedulian pemerintah daerah tidak berhenti di wilayah administratif Aceh Tenggara.
“Bantuan tidak hanya disalurkan di Aceh Tenggara, tetapi juga sampai ke Kabupaten Gayo Lues, tepatnya di Kecamatan Putri Betung. Fakta ini bisa diverifikasi, bukan sekadar klaim,” katanya menegaskan.
Adnan Kst Ketua lsm Kompak Aceh Tenggara Koordinator I Tim Keamanan SAH(Tim SAH)menilai, label “pemimpin tuli dan otoriter” yang disematkan Amas Muda merupakan tuduhan sembrono yang tidak disertai data, indikator kebijakan, maupun contoh konkret. Kritik semacam ini dinilai lebih menyerupai agitasi politik ketimbang kontrol sosial yang sehat.
“Jika pemimpin yang turun langsung saat bencana, membuka ruang koordinasi, dan menggerakkan sumber daya disebut tuli dan otoriter, maka kami patut bertanya, di mana sebenarnya Amas Muda saat rakyat membutuhkan?” sindir Adnan Kst secara tegas
Lebih lanjut, Adnan Kst Ketua lsm Kompak Aceh Tenggara Koordinator I Tim Keamanan SAH(Tim SAH)menuding Amas Muda sengaja menutup mata terhadap kerja-kerja nyata pemerintah daerah demi membangun citra buruk yang simplistik dan provokatif. Mereka mengingatkan bahwa demokrasi tidak tumbuh dari tuduhan kosong, melainkan dari kritik yang jujur dan bertanggung jawab.
“Kritik tanpa data dan tanpa itikad baik bukan lagi kontrol sosial. Itu sudah masuk wilayah pembunuhan karakter yang berbahaya bagi pendidikan politik masyarakat,” ujarnya.
Koordinator I Tim Keamanan SAH(Tim SAH )juga mengajak publik untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi hitam-putih yang menafikan kompleksitas kerja pemerintahan, terlebih dalam kondisi bencana dan keterbatasan anggaran daerah.
“Kami tidak menutup mata bahwa setiap kepemimpinan memiliki kekurangan. Namun menuduh secara kasar tanpa dasar, sementara fakta menunjukkan kehadiran dan respons nyata pemerintah, adalah tindakan yang tidak adil dan tidak beretika,” pungkas Adnan Kst
Hingga berita ini diturunkan, pernyataan Amas Muda masih memantik pro dan kontra di tengah masyarakat. Publik diharapkan mampu bersikap kritis dan cerdas dalam memilah kritik yang berbasis fakta, agar demokrasi di Kabupaten Aceh Tenggara tidak dikotori oleh opini sesat dan tudingan tanpa tanggung jawab
Reporter :M.YaminMMP






