Polda Sulut Tetapkan 121 Calon Bintara dan Tamtama Polri TA 2026, Pastikan Seleksi Bersih dan Transparan
Polda Sulut Tetapkan 121 Calon Bintara dan Tamtama Polri TA 2026, Pastikan Seleksi Bersih dan Transparan

MANADO – mediambespolri.com Polda Sulawesi Utara (Sulut) secara resmi menetapkan 121 calon anggota Polri sebagai lulus terpilih dalam Sidang Akhir Tingkat Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.
Seluruh tahapan seleksi dipastikan berjalan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
Sidang kelulusan tersebut berlangsung di Aula Catur Prasetya, Mapolda Sulut, pada Jumat (3/7/2026).
Prosesi penetapan dipimpin langsung oleh Irwasda Polda Sulut, Kombes Pol Amin Litarso, didampingi Karo SDM Polda Sulut, Kombes Pol Slamet Waloya, serta disaksikan oleh pejabat utama, panitia seleksi, serta pengawas internal dan eksternal.
Menjaring SDM Polri yang Berkualitas
Dalam sambutannya, Kombes Pol Amin Litarso memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang telah berjuang melewati rangkaian seleksi yang panjang dan ketat.
”Suatu kehormatan bagi Polri atas kepercayaan para peserta yang telah mengikuti setiap tahapan tes secara sehat. Seleksi ini dirancang berjenjang, mulai dari administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, hingga kemampuan jasmani, untuk menjaring calon anggota yang unggul, profesional, dan berintegritas,” ujar Amin.
Rincian Peserta Lulus Terpilih
Dari total 135 peserta yang mengikuti sidang akhir, sebanyak 121 orang dinyatakan berhasil lolos seleksi. Berikut adalah rincian peserta yang terpilih:
Calon Bintara (89 orang): 74 pria dan 15 wanita.
Calon Tamtama (32 orang): 29 calon Brimob dan 3 calon Polair.
Penetapan ini didasarkan pada akumulasi nilai dan perangkingan objektif selama seluruh tahapan seleksi berlangsung.
Komitmen Prinsip BETAH
Irwasda Polda Sulut menegaskan bahwa keberhasilan proses rekrutmen ini merupakan buah dari komitmen panitia dalam menerapkan prinsip BETAH.
Pengawasan melekat dilakukan baik oleh pihak internal maupun eksternal guna memastikan tidak ada celah bagi praktik kecurangan, korupsi, kolusi, maupun nepotisme (KKN).
”Pengawasan dilakukan secara ketat di setiap tahapan untuk menutup ruang bagi praktik pungutan liar. Hasil yang diperoleh peserta murni berdasarkan kemampuan dan kerja keras mereka sendiri,” tegasnya.
Pesan Bagi Peserta
Kepada peserta yang dinyatakan lulus, Polda Sulut berpesan agar segera melakukan persiapan fisik dan mental sebelum mengikuti pendidikan pembentukan Polri.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil, Polda Sulut mengimbau untuk tidak berkecil hati dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk mencoba kembali di kesempatan mendatang.
Melalui proses yang transparan ini, Polda Sulut berkomitmen terus melahirkan sumber daya manusia Polri yang berkualitas, tangguh, serta siap mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dev






