Misteri Obrolan Telepon Tengah Malam Berujung Tragis di Kamar Parkiran Pemenang
Baca selengkapnya⤵️⤵️⤵️✍️✍️✍️🇮🇩💯
Lombok Utara, NTB ll mediamabespolri.com//Sebuah tragedi memilukan sekaligus misterius menggemparkan warga Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Seorang pelajar asal Lombok Tengah berinisial PA umur (19) tahun ditemukan tewas mengenaskan, tergantung didalam kamar mes lokasi penyewaan parkir pada Jumat pagi (12/06/2026).
Dibalik peristiwa gantung diri ini, polisi kini tengah mendalami jejak komunikasi terakhir korban. Pasalnya, beberapa jam sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui sempat terlibat percakapan misterius melalui telepon selulernya.
Mengintip dari Lubang Ventilasi
Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 07.30 WITA. Saksi Suandi Yusuf, yang kamarnya hanya berjarak dua meter dari kamar korban, berniat membangunkan PA untuk memulai aktivitas.
Namun, gedoran pintu bertubi-tubi dari saksi tak membuahkan jawaban. Suasana didalam kamar begitu hening, sementara pintu dan jendela terkunci rapat dari dalam.
Merasakan ada yang tidak beres, saksi berinisiatif memanjat dan mengintip melalui lubang ventilasi diatas pintu. Saksi seketika terperanjat dan menjerit histeris saat melihat tubuh PA sudah kaku tergantung ditengah kamar menggunakan seutas tali nilon biru.
Kapolres Lombok Utara Polda NTB, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui laporan resminya membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan jalannya penyelidikan awal, sebuah fakta krusial berhasil dihimpun petugas dari keterangan saksi.
Pada Kamis malam (11/06/2026) sekitar pukul 22.00 WITA, saksi Suandi mengaku masih mendengar suara korban sedang asyik berbicara dengan seseorang dibalik telepon selulernya. Saksi tidak mengetahui pasti siapa sosok dibalik telepon tersebut maupun topik yang mereka perbincangkan.
Setengah jam berselang, saksi pun terlelap tidur tanpa menaruh curiga sedikit pun. Diduga kuat, tak lama setelah panggilan telepon itu berakhir, korban nekat mempersiapkan tali nilon sepanjang 5 meter dan mengikatkannya ke rangka atap baja ringan (kanal C) kamarnya.
Hasil Olah TKP: Murni Gantung Diri
Mendapat laporan gangguan dengan nomor L/Gangguan/B/5/VI/2026/SPKT, Tim Identifikasi Polres Lombok Utara langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP intensif.
Dari pemeriksaan medis luar, petugas memastikan kondisi tubuh korban murni menunjukkan ciri-ciri klinis gantung diri, seperti adanya jerat simpul hidup dileher dan lidah menjulur. Petugas memperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar 10 jam sebelum ditemukan, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti utama berupa tali nilon berdiameter 8 mm serta 2 unit ponsel milik korban. Dua ponsel inilah yang kini menjadi kunci penting kepolisian untuk mengungkap motif dibalik keputusan nekat sang pelajar.
Mendengar kabar duka yang menyayat hati ini, pihak keluarga korban langsung bertolak menuju Lombok Utara. Mereka menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai sebuah musibah dan secara resmi menolak dilakukannya tindakan autopsi.
Saat ini, pihak kepolisian sedang menyelesaikan penandatanganan administrasi penyerahan jenazah agar korban dapat segera dipulangkan ke kampung halamannya di Lombok Tengah untuk dimakamkan,”pungkasnya.
Red:s






