ODGJ Perempuan Terlantar Ditemukan Berkeliaran di Kampung Kunir, Warga dan Aparat Lingkungan Bergerak Cepat Demi Keamanan Bersama
www.mediamabespolri.com
Kabupaten Tangerang, Banten – Seorang perempuan yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar ditemukan berkeliaran selama beberapa hari terakhir di wilayah Kampung Kunir, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Keberadaan perempuan tersebut menjadi perhatian serius warga sekitar, mengingat kondisinya yang tampak kebingungan dan terus lalu-lalang tanpa tujuan jelas di lingkungan permukiman warga. Berdasarkan keterangan warga, usia perempuan tersebut diperkirakan sekitar 45 hingga 50 tahun.
Menyikapi situasi tersebut, aparatur lingkungan bersama warga bergerak cepat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pada Jumat malam, 22 Mei 2026, sekitar pukul 21.20 WIB, dua Ketua RT setempat, yakni Ketua RT 16 dan Ketua RT 11, bersama anggota Linmas Desa Sumur Bandung, turun langsung melakukan penanganan terhadap perempuan tersebut.
Dengan pendekatan persuasif dan penuh kehati-hatian, mereka menggiring perempuan itu keluar dari area permukiman warga demi menjaga keamanan bersama serta mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang dapat membahayakan dirinya maupun masyarakat sekitar.
Langkah tersebut juga diambil untuk menghindari perempuan tersebut menjadi bahan candaan atau perlakuan yang tidak pantas dari anak-anak maupun pihak lain yang dapat memperburuk kondisi psikologisnya.
Menurut informasi yang beredar dalam video yang dibagikan melalui grup WhatsApp keluarga besar Kecamatan Jayanti, perempuan tersebut sempat diajak berkomunikasi oleh warga. Saat ditanya asal-usulnya, ia mengaku berasal dari wilayah Serang.
Dari logat dan cara berbicaranya, warga menduga perempuan tersebut berasal dari daerah Serang atau wilayah lain di Banten, karena menggunakan dialek khas Jawa Serang/Banten.
Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) media Provinsi Banten turut menyampaikan harapannya agar pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat segera mengenali dan menjemput perempuan tersebut untuk mendapatkan penanganan yang layak.
“Kami berharap apabila ada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, khususnya seorang perempuan dengan ciri-ciri tersebut, agar segera datang menjemput dan memberikan perawatan yang semestinya. Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan dan perlu perhatian bersama, agar yang bersangkutan tidak semakin jauh melangkah tanpa arah dan tanpa perlindungan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya terhadap individu yang mengalami gangguan mental atau kondisi keterlantaran.
Penanganan terhadap ODGJ memerlukan pendekatan yang manusiawi, penuh empati, serta melibatkan koordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait seperti dinas sosial maupun tenaga kesehatan.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan penanganan lanjutan, termasuk pendataan, pemeriksaan kesehatan, hingga upaya pemulangan kepada keluarga apabila identitas perempuan tersebut berhasil diketahui.
Hingga berita ini diturunkan, perempuan tersebut masih dalam pemantauan warga sekitar dan aparat lingkungan sambil menunggu adanya pihak keluarga atau instansi berwenang yang dapat memberikan penanganan lebih lanjut.
Red,”( Ahmad.S.A.MMP )






