Satgas PKH Temukan Dua Senjata Api di Rumah WNA Saat Penertiban Tambang Ilegal di Nabire

www.mediamabespolri.com |NABIRE, PAPUA TENGAH – Bukti nyata kinerja luar biasa ditunjukkan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Dalam rangkaian operasi penertiban aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Nabire, Satgas PKH tidak hanya berhasil menjalankan tugas pokoknya, tetapi juga berhasil melakukan pengamanan strategis dengan menemukan dan menyita sejumlah senjata api di tempat tinggal Warga Negara Asing (WNA).

Keberhasilan ini menjadi bukti ketelitian dan kewaspadaan personel yang sangat tinggi, sehingga berhasil menjamin keamanan negara dan mencegah potensi ancaman keamanan yang lebih besar.

‎Keberhasilan penemuan ini menegaskan bahwa Satgas PKH hadir tidak hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga garda terdepan pelindung kedaulatan. Tindakan cermat yang dilakukan berhasil mengungkap keberadaan senjata api yang disembunyikan, sebuah capaian yang sangat luar biasa dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

‎Kronologi Penemuan

‎Peristiwa bermula pada Rabu, 13 Mei 2026. Tim gabungan yang terdiri dari Satgas PKH, Gakkum KLHK, Satgas POA Bais TNI, Intelijen Korem 173/PVB, serta Yonif 753/AVT, mendampingi proses pengambilan barang milik WNA di kontrakan berlokasi di Jalan Poros Wadio Atas, Desa Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, sebelum mereka diproses lebih lanjut ke Imigrasi Biak.

Sekitar pukul 19.00 WIT, saat pengecekan berlangsung, ditemukan sebuah kotak mencurigakan di bawah lemari. Setelah dibuka, ditemukan 1 (satu) pucuk senjata api laras panjang kaliber 5,56, 3 butir amunisi, dan 1 buah magazen.

‎Menindaklanjuti temuan awal, dilakukan pemeriksaan ulang yang lebih teliti. Hasilnya, tim kembali menemukan 1 (satu) pucuk senjata rakitan/non-organik beserta tas senjata. Berdasarkan keterangan penjaga rumah, Sdr. Latif (55 thn), senjata-senjata tersebut dipastikan milik para WNA yang menempati rumah tersebut.

‎Pengamanan dan Tindak Lanjut

‎Seluruh barang bukti telah diamankan ke Markas Korem 173/PVB untuk penyelidikan mendalam guna mengungkap asal-usul dan tujuan kepemilikan senjata tersebut. Sementara itu, seluruh WNA saat ini berada dalam pengawasan ketat di Posko Gakkum KLHK Mapua menunggu proses keberangkatan.

‎Situasi keamanan hingga saat ini tetap kondusif dan terkendali berkat pengamanan maksimal yang dilakukan oleh personel gabungan, khususnya Satgas PKH yang terus menunjukkan kinerja terbaiknya demi keamanan dan kedaulatan negara.

 

 

Red – Udin (Editor Mediamabespolri)