Isak Tangis Iringi Pencarian Aldi, Santri Panti Asuhan yang Hanyut di Sungai Saddang.
Isak Tangis Iringi Pencarian Aldi, Santri Panti Asuhan yang Hanyut di Sungai Saddang.

ENREKANG, 10.10.2025// mediamabespolri.com — Suasana haru menyelimuti tepian Sungai Saddang, Kabupaten Enrekang, saat tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap Aldi, salah satu santri panti asuhan yang dilaporkan hanyut sejak Kamis siang sekitar pukul 11.30 WITA.
Aldi diketahui bersekolah di Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Enrekang dan tinggal di Panti Asuhan Enrekang. Orang tuanya sudah lama bercerai, dan sang ayah telah meninggal dunia. Sang ibu, Hasnawati, hanya bisa menangis histeris di lokasi kejadian sambil berharap anaknya segera ditemukan.
Pencarian korban melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Pinrang, Parepare, dan Enrekang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang, Kasatpol PP bersama anggotanya,
Dinas Sosial, serta Baznas Tangkap Bencana (BTB) Enrekang. Ratusan masyarakat setempat juga turut membantu proses pencarian yang difokuskan di sepanjang aliran Sungai Saddang.
Hadir pula di lokasi Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, didampingi Polsek Enrekang, anggota TNI, Camat Enrekang Safaruddin, Camat Curio Nurhan, BPBD, serta tim dari Baznas Tangkap Bencana.

Menurut keterangan pihak keluarga, mereka sangat berharap agar Aldi segera ditemukan dalam keadaan apa pun. Tim pencarian bahkan sudah memperluas area hingga ke Kabere, Kecamatan Cendana, dan bendungan Benteng, Kabupaten Pinrang. Namun hingga malam hari, korban belum juga ditemukan.
Dalam wawancara di lokasi, Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto mengimbau agar masyarakat, khususnya anak-anak, untuk tidak bermain di sungai meski air tampak tenang.
“Air sungai bisa tampak tidak deras, tapi tetap berbahaya. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang, dan semoga Aldi segera ditemukan,” ujarnya.
Kapolres juga memberikan bantuan amplop kepada ibu korban sebagai bentuk empati.
Sementara itu, Agussalim dari Basarnas Parepare mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.00 WITA dan langsung bergerak menuju Enrekang.

“Kami tiba sekitar jam 16.00 dan langsung melakukan pencarian menggunakan perahu karet. Kami juga membawa alat pendeteksi, namun karena airnya keruh, pencarian agak sulit. Kami hanya bisa menyusuri dan meraba dasar sungai,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus berupaya menemukan korban Aldi yang diduga terbawa arus Sungai Saddang.
Redaksi mediamabespolri.com- Yudi






