Jalan Penghubung Antara Desa Haunobenak Desa Habuin Terputus Akibat Tanah Longsor, Curah Hujan Tinggi dan Belum Ditangani Pemerintah Daerah Sampai Saat ini.

Jalan Penghubung Antara Desa Haunobenak Desa Habuin Terputus Akibat Tanah Longsor, Curah Hujan Tinggi dan Belum Ditangani Pemerintah Daerah Sampai Saat ini.


Soe mediamabespolri.com – Akses jalan penghubung antara desa haunobenak dan desa babuin terputus karena tanah longsor akibat curah hujan tinggi yang tidak kunjung reda selama tiga hari berturut turut.tanah longsor tersebut terjadi pada hari Selasa 22 April 2025 di pertengahan desa haunobenak dan desa babuin kecamatan Kolbano, kabupaten Timor Tengah Selatan( TTS ) propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena lokasi longsor tersebut jauh dari pemukiman warga.

Akibat dari kejadian tanah longsor tersebut, berpengaruh pada ekonomi masyarakat yang mana masyarakat desa setempat mengalami kesulitan membawa hasil kebunnya ke kota atau pasar karena jalannya sulit di lewati.

Salah satu warga desa haunobenak Leonatus Snae adalah bendahara desa haunobenak saat dihubungi oleh tim awak media via telepon menyatakan bahwa musibah longsor ini sangat melumpuhkan mata pencaharian kami masyarakat haunobenak karena posisi desa haunobenak ada di antara desa kuale u dan desa babuin sehingga kalau mau bawa dagangan ke kota harus di tempuh jalan kaki sekitar 4 kilo meter baru bisa dapat kendaraan umum ke kota.

Jadi dengan kejadian longsor ini kami sangat terisolir bapak karena kami sulit bawa hasil kebun kami ke kota karena harus berjalan kaki sekitar 4 kilo meter baru bisa dapat ojek untuk antar kami kepasar dan itupun jalannya ekstrim dan licin jadi sangat mengancam keselamatan kami. Tambahnya.

Terkait kejadian tanah longsor tersebut belum ada penanganan khusus dari pemerintah daerah hingga saat ini hanya dilakukan peninjauan saja oleh pihak kantibmas desa setempat dan belum ada tindakan apapun sehingga warga masyarakat resah dan berinisiatif bergotong royong membenahi sendiri jalan tersebut sehingga bisa dilewati kendaraan roda dua namun itupun tidak berhasil karena hanya berbentuk tanah numpang licin dan berbahaya kalau dilewati kendaraan roda dua, dan jarak longsor tersebut sekitar 500 meter,

Masyarakat desa haunobenak berharap agar pemerintah daerah cepat tanggap terhadap bencana longsor tersebut dan cepat ditangani agar dapat meringankan beban masyarakat desa setempat.

Kami juga berharap agar pemerintah daerah Timor Tengah Selatan tidak menutup mata terhadap setiap bencana yang terjadi di setiap pelosok desa terutama desa haunobenak tetapi tersentuh oleh jeritan masyarakat desa tersebut dan cepat dilakukan tindakan penanganan dalam tempo yang sesingkat singkatnya agar bisa membangkitkan kembali aktifitas dan ekonomi masyarakat desa haunobenak.

Redaksi mediamabespolri.com

Yohanes.