๐—›๐—ฒ๐˜„๐—ฎ๐—ป ๐—ค๐˜‚๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐—จ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฃ๐—ผ๐—น๐˜‚๐—ฎ ๐——๐—ถ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐—ถ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—บ ๐—œ๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐—”๐—ฑ๐—ต๐—ฎ, ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฒ๐˜„๐—ฎ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜

ย 
๐—›๐—ฒ๐˜„๐—ฎ๐—ป ๐—ค๐˜‚๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐—จ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฃ๐—ผ๐—น๐˜‚๐—ฎ ๐——๐—ถ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐—ถ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—บ ๐—œ๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐—”๐—ฑ๐—ต๐—ฎ, ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ ๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฒ๐˜„๐—ฎ ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜

๐—ž๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐˜„๐—ฒ medeiamabespolri.com  26 ๐— ๐—ฒ๐˜† 2026 โ€“ Pengelolaan bantuan hewan qurban sumbangan perusahaan tambang Morosi untuk masyarakat Desa Polua, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, menuai kekecewaan mendalam di kalangan warga. Alih-alih dilaksanakan sesuai waktu dan ketentuan syariat yang berlaku, hewan yang disumbangkan berupa 1 ekor sapi itu justru sudah disembelih jauh sebelum Hari Raya Idul Adha tiba. Tak hanya menyimpang dari aturan waktu, pembagian daging hasil penyembelihan itu pun dinilai tidak adil dan sepihak, sehingga menimbulkan kekecewaan luas di tengah masyarakat.

Informasi yang dihimpun di lokasi memastikan, bantuan yang masuk ke desa tersebut berupa 1 ekor sapi. Hewan itu diklaim sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar Desa Polua, Kecamatan Sampara. Namun, cara penanganan dan penyalurannya dinilai warga jauh dari harapan serta menyimpang dari ketentuan yang berlaku umum di masyarakat setempat.

๐Ÿ“Œ Disembelih Jauh Sebelum Waktunya

Poin pertama yang menjadi sorotan dan pertanyaan besar warga adalah waktu penyembelihan. Sapi tersebut dikumpulkan di satu titik di wilayah Desa Polua, lalu langsung disembelih beberapa hari sebelum tanggal 10 Zulhijah, padahal aturan ibadah qurban mewajibkan penyembelihan dilakukan setelah pelaksanaan shalat Idul Adha, bukan sebelumnya.

โ€œKami kaget dan bingung. Ini kan namanya hewan qurban, tapi disembelih duluan jauh sebelum harinya tiba. Di desa kami, Kecamatan Sampara, tidak pernah ada kebiasaan seperti ini. Kalau waktunya keliru, apa ini masih disebut qurban?โ€ ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (26/5/2026).

Alasan yang sempat disampaikan pengelola bahwa hal itu dilakukan demi menjaga kualitas daging agar tidak rusak, sama sekali tidak bisa diterima akal sehat maupun pandangan agama oleh masyarakat. Bagi warga, momen qurban bukan sekadar urusan daging, tapi nilai ibadah, kebersamaan, dan ketentuan waktu yang harus dijaga dengan benar.

๐Ÿ“Œ Hanya Dinikmati Sepihak, Warga Kecewa

Masalah menjadi semakin runyam saat proses pembagian berlangsung. Warga berharap meski jumlahnya terbatas, pembagiannya dilakukan secara terbuka, diketahui bersama, dan dibagikan secara adil kepada mereka yang berhak atau membutuhkan. Namun fakta di lapangan berbicara lain.

Daging hasil penyembelihan itu ternyata tidak disalurkan secara merata ke seluruh dusun atau keluarga di Desa Polua. Penyaluran justru terpusat dan hanya dinikmati oleh kelompok-kelompok tertentu yang dinilai dekat dengan pengelola bantuan maupun pihak yang berwenang di tingkat desa. Sebagian besar warga bahkan tidak diberi tahu atau sama sekali tidak kebagian bagian sedikit pun.

Akibat ketimpangan yang sangat terasa itu, reaksi warga muncul secara terbuka. Banyak warga menyayangkan cara pembagian yang dilakukan tidak transparan dan tidak merata.

โ€œKatanya sumbangan dari perusahaan tambang untuk Desa Polua, Kecamatan Sampara. Harapannya, meski cuma 1 ekor sapi, pembagiannya diketahui semua orang dan dirasakan manfaatnya. Tapi kenyataannya, hanya kelompok tertentu saja yang dapat. Kami yang lain malah tidak kebagian atau dikucilkan. Kalau cuma buat sepihak, mendingan jangan dikasih sama sekali. Kami sangat kecewa dengan cara begini,โ€ tegas seorang warga dengan nada kekecewaan.

๐Ÿ“Œ Diharapkan Lebih Benar dan Adil di Masa Depan

Keberadaan perusahaan tambang di wilayah Morosi sejauh ini memang sangat lekat dengan kehidupan warga Desa Polua dan sekitarnya di Kecamatan Sampara. Kehadirannya selalu ditunggu kontribusinya bagi kemajuan dan kesejahteraan warga. Bantuan apa pun yang masuk, berapa pun jumlahnya, seharusnya dikelola dengan cara yang benar, jujur, dan membawa manfaat luas, bukan malah memicu kekecewaan dan kecemburuan sosial seperti kejadian ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi baik dari pihak pengurus desa maupun manajemen perusahaan tambang Morosi terkait alasan penyimpangan waktu penyembelihan serta sistem pembagian yang tidak merata tersebut.

Warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Ke depannya, setiap bantuan atau sumbangan apa pun yang masuk ke Desa Polua, berapa pun jumlahnya, harus dikelola sesuai aturan agama, dibagikan secara terbuka, adil, dan diketahui seluruh warga, tanpa membedakan golongan atau kelompok tertentu.

Satu ekor sapi yang disumbangkan sudah disembelih dan dagingnya dikemas. Warga Desa Polua terlihat kecewa dan berkerumun mengeluh karena penyembelihan dilakukan sebelum Idul Adha dan pembagiannya hanya untuk kelompok tertentu saja. (Dok. Warga / Mediamabespolri.id com)

pewarta : Risal konsel konawe