Wali Kelas X TKPI SMK Negeri 3 Diduga Kurang Kooperatif, Siswa dan Orang Tua Keluhkan Pelayana

Tapteng — Wali kelas X (SF) jurusan Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI) di SMK Negeri 3 Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi sorotan sejumlah orang tua siswa dan peserta didik. Pasalnya, wali kelas yang seharusnya menjadi penghubung utama antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua, justru dinilai kurang kooperatif dalam memberikan informasi maupun bimbingan.

 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari beberapa orang tua siswa, sejumlah keluhan muncul terkait komunikasi yang terputus, keterlambatan penyampaian informasi penting, hingga kurangnya pendampingan terhadap siswa dalam kegiatan belajar dan pembinaan karakter.

 

“Sebagai orang tua, kami merasa sangat penting untuk mengetahui perkembangan anak-anak kami di sekolah. Namun, beberapa kali saat kami mencoba menanyakan informasi, respons wali kelas sangat lambat, bahkan tidak dijawab sama sekali,” ungkap salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya, Selasa (15/7/2025).

 

Tidak hanya orang tua, beberapa siswa juga menyampaikan hal serupa. Menurut mereka, wali kelas jarang terlibat dalam diskusi kelas, jarang memimpin rapat kelas, serta jarang memberikan arahan yang jelas, terutama saat persiapan kegiatan sekolah seperti praktik lapangan, ujian kompetensi, maupun kegiatan ekstrakurikuler.

“Saat ada masalah di kelas, kami bingung harus mengadu ke siapa, karena wali kelas jarang ada. Kalau pun ada, beliau terkesan terburu-buru dan tidak mendengar keluhan kami,” ujar salah seorang siswa X TKPI.

 

Sebagai institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada pembekalan keterampilan teknik kelautan, SMK Negeri 3 Tapteng memiliki peran besar dalam mendidik siswa agar siap kerja dan disiplin. Wali kelas memegang peranan penting dalam mendampingi proses pendidikan ini, mulai dari pengawasan akademik, kehadiran, hingga pembentukan mental dan sikap siswa.

 

Orang tua murid dan siswa berharap kepada pihak kepala sekolah agar secepatnya menindak lanjuti bahkan mengevaluasi kinerja wali kelas X TKPI (S,F) dan komite sekolah SMK negeri 3 juga harusnya ikut menangani permasalahan ini. agar ke depannya hubungan antara guru, siswa, dan orang tua semakin baik,” jelasnya.

 

Lebih lanjut harapan para orang tua murid,pihak sekolah juga seharusnya memperkuat sistem komunikasi melalui pertemuan rutin bersama wali murid dan memperbanyak forum diskusi online, guna mempermudah orang tua dalam memantau perkembangan anak.para ortu murid juga berharap adanya perbaikan sikap dan pelayanan dari seluruh tenaga pendidik, khususnya wali kelas, agar tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif dan transparan.

 

“Harapan kami, guru-guru, khususnya wali kelas, bisa menjadi contoh dan tempat mengadu pertama bagi siswa. Jangan sampai anak-anak merasa terabaikan. Ini harus jadi perhatian serius,” katanya.

Saat ini, para orang tua berharap langkah tegas dan pembenahan segera dilakukan agar kualitas pendidikan di SMK Negeri 3 Tapteng tetap terjaga, dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tidak menurun.

Redaksi//

Mediamabespolri.com

(investigasi)