SMK TAMAN SISWA 2 Probolinggo,tahan ijazah siswa mulai 2022
Oplus_16777216
Probolinggo Selasa (24/06)
Harapan terbesar Setiap orang tua berharap putra putrinya mengenyam pendidikan di tempat sekolah terbaik dan layak,suatu kebahagiaan yang luar biasa bagi orang tua yang melihat putra putrinya menyelesaikan tingkat pendidikan dan mendapatkan ijazah,namun berbeda dengan ibu misnati,seorang ibu paruh baya penjual kopi di depan rumah sakit Dr saleh Probolinggo,wanita paruh baya itu berjuang dan menjadi tulang punggung kluarga setiap malam pulang sampai larut pagi,
Sosok ibu misnati warga asal RT 08 RW 07 Mangunharjo mayangan probolinggo,memiliki seorang putra ber insial RK,dan mengenyam pendidikan di sekolah taman2 Probolinggo,dan SDH menyelesaikan pendidikan pada tahun 2022,Namun sampai saat ini ibu misnati selaku wali murid dari RK
SMK TAMAN2 Probolinggo tidak pernah melihat ijazah putranya,pasalnya ijazah RK tidak bisa di berikan oleh pihak sekolah dengan alasan admistrasi yang belum lunas,
Merasa putranya mendapatkan tawaran pekerjaan dan peluang,ibu misnati mengadukan perkara ini dan berkonsultasi dengan BPK Supriyadi. selaku dewan pimpinan pusat organisasi bantuan hukum.
“Jujur pak saya belum bisa bayar,bagiamana untuk bayar pak saya buat makan sehari hari saja susah,untuk bertahan hidup syaa hanya berjualan kopi,dan mie rebus di depan rumah sakit Dr saleh,dan rencana ini Riko ada tawaran kerjaan pak,tapi tidak bisa karena ijazahnya tidak ada,minta tlg pak kalau bisa di bantu supaya keluar dulu nanti kalau Riko SDH kerja inshaallah kami selesaikan adminstrasi sekolahnya”ujar ibu setengah baya di depan ketua umum OBHAMA dengan nada penuh harap dan memohon.
Menurut bapak supriyadi selaku advokat dan ketua umum OBHAMA NUSANTARA
“Sekolah ini tidak boleh menahan ijazah atau hak siswanya yang sudah menyelesaikan pendidikan nya,apapun alasannya.karena ini merupakan pelanggaran Peraturan Sekjen KemendikbudristekNomor 1 Tahun 2022 dan Permendikbud Nomor 58 Tahun 2024,dan saya sudah sempat berkirim pesan melalui WhatsApp ke ibu Eni,salah satu guru di sekolah tersebut,tetapi mungkin bahasa kami tidak bisa di konsumsi dengan baik,dan ibu Eni seketika mengirimkan rincian yang harus di bayar dan memblokir kontak kami,maka kami akan mengambil tindakan tegas dengan bersurat ke dinas pendidikan dan ke yayasan penyelanggara sekolah,”ujar pria berambut kuncung dengan nada tegasnya
“Kita lihat saja perkembangan dan kebijakan pihak sekolah hari ini atau bsok,kalau tidak ada kita GAS mas,”imbuh ketua umum OBHAMA sambil tersenyum ke awak media








