Silaturahmi Dengan UMM : Kapolda Maluku Bangun Kemitraan dengan Kampus, Mahasiswa Diajak Jadi Mitra Strategis Jaga Kamtibmas
Ambon Maluku, Mediamabespolri.com – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., mengajak kalangan akademisi dan mahasiswa untuk menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan daerah. Kemitraan antara kepolisian dan perguruan tinggi dinilai penting untuk membangun komunikasi terbuka, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan lingkungan sosial yang aman serta kondusif.
Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat melaksanakan silaturahmi dengan keluarga besar Universitas Muhammadiyah Maluku (UMM) di kampus UMM, Kota Ambon, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polda Maluku mempererat hubungan kelembagaan dengan dunia pendidikan sekaligus membuka ruang dialog dan pertukaran gagasan bersama generasi muda.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Dirintelkam Polda Maluku. Kedatangan rombongan disambut Rektor UMM Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., bersama para Wakil Rektor, Ketua Program Studi, jajaran dosen, Ketua BEM, serta perwakilan mahasiswa.
Kapolda Maluku menegaskan, tugas Polri dalam menjaga keamanan tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi dan mahasiswa. Menurutnya, kampus memiliki peran penting sebagai ruang intelektual yang melahirkan pemikiran kritis, membangun kesadaran sosial, dan memberikan kontribusi bagi penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Kedatangan saya di Maluku ini semata-mata untuk menjaga keamanan dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Maluku. Saya ingin berbuat yang terbaik bagi daerah ini. Karena itu, saya mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk bersinergi, memberikan pemikiran dan kontribusi positif, serta mendukung upaya bersama demi kemajuan Maluku,” ujar Suwondo.
Kapolda juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang terbuka antara Polri dan mahasiswa, terutama dalam menyikapi dinamika sosial serta penyampaian aspirasi masyarakat.
Ia mendorong agar perbedaan pandangan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan dikelola melalui dialog yang konstruktif dan saling menghargai. Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah melalui _Focus Group Discussion_ (FGD) yang melibatkan berbagai perspektif, baik kelompok yang memiliki pandangan sejalan, berbeda pendapat, maupun pihak yang bersikap netral.
Menurut Kapolda, ruang dialog yang inklusif dapat membangun kedewasaan dalam berorganisasi, memperkuat budaya demokrasi, serta mencegah kesalahpahaman yang berpotensi berkembang menjadi persoalan sosial. Penyampaian aspirasi juga perlu didukung keterampilan komunikasi yang santun dan konstruktif agar setiap perbedaan dapat diarahkan pada penyelesaian yang mengedepankan kepentingan bersama.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menyampaikan bahwa silaturahmi Kapolda dengan civitas akademika UMM merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan Polri dengan lingkungan pendidikan secara berkelanjutan.
“Perguruan tinggi dan mahasiswa merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Melalui komunikasi yang terbuka, pertukaran gagasan, dan kolaborasi yang berkesinambungan, berbagai dinamika sosial dapat disikapi secara bijaksana. Kami ingin membangun hubungan yang tidak hanya terjalin dalam kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui komunikasi dan kerja sama nyata untuk menjaga persatuan serta mendukung pembangunan di Maluku,” jelas Rositah.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMM Prof. Faris Al-Fadhat memaparkan perkembangan institusi pendidikan yang dipimpinnya sejak didirikan pada 2020 dan mulai beroperasi pada 2021. Berawal dari lima program studi, UMM kini telah berkembang menjadi 11 program studi pada 2026.
Pertumbuhan tersebut juga terlihat dari meningkatnya minat masyarakat. Jumlah pendaftar yang pada tahap awal berkisar 60–80 orang kini mencapai sekitar 400 pendaftar. Ke depan, UMM menargetkan pengembangan hingga 15 program studi serta pembangunan kampus baru yang mandiri.
Rektor UMM turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Maluku. Menurutnya, silaturahmi tersebut menjadi bentuk perhatian dan keterbukaan Polri dalam membangun hubungan dengan dunia pendidikan, sekaligus memberikan ruang bagi civitas akademika untuk menyampaikan pandangan dan gagasan secara langsung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab interaktif. Sejumlah mahasiswa menyampaikan pertanyaan, masukan, serta pandangan kepada Kapolda Maluku mengenai berbagai persoalan dan dinamika sosial. Dialog berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban.
Melalui kegiatan ini, Polda Maluku berharap hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi semakin kuat dan berkembang menjadi kolaborasi nyata. Sinergi antara Polri, akademisi, dan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga keamanan, merawat persatuan, serta menciptakan iklim pendidikan dan kehidupan sosial yang kondusif bagi kemajuan Maluku.
( Bid Humas Polda Maluku / AAS / MMP-MLK )
