Reborn PKSB: Ikhtiar Merawat Marwah di Tanah Khatulistiwa

PONTIANAKMediamabespolri.com Persatuan Keturunan Suku Bugis (PKSB) mencoba memutar kembali roda organisasi yang sempat macet. Momentum buka puasa bersama di usia ke-27 tahun ini di Grand Mahkota Hotel menjadi titik tolak kebangkitan wadah yang dirintis Puang Andi Syafaruddin tersebut.

Ketua Umum PKSB, Agus Sugianto, tak menampik jika organisasi ini sempat kehilangan ritme (vakum).

“Alhamdulillah, kami mencoba membangkitkan kembali PKSB. Harapannya, kawan-kawan lebih bersemangat mengembangkan budaya sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar Agus, di sela acara yang dihadiri Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (Rabu 11-03-26)

Upaya merapatkan barisan ini tidak dilakukan secara eksklusif. PKSB tampak ingin memposisikan diri sebagai jembatan antarkomunitas. Dari 18 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang diundang, 14 di antaranya hadir memberikan sokongan moral, mulai dari SPM, Bala Komando, MABT, hingga IKBM dan IKBK.

Bagi PKSB, eksistensi bukan sekadar seremoni. Di balik kumpul-kumpul ini, terselip agenda sosial berupa distribusi paket sembako di enam kecamatan. Pendataan dilakukan ketat melalui jaringan DPD hingga DPC untuk memastikan bantuan tidak salah alamat.

Agus menekankan pentingnya daya tahan organisasi agar tidak menjadi “kerupuk”—nyaring di awal namun cepat melempem. “Kami berharap PKSB tidak seperti ‘bara api’, cepat menyala lalu redup. Pengelolaan harus matang agar manfaatnya dirasakan jangka panjang,” tegasnya.

Di tengah menjamurnya paguyuban serupa, PKSB memilih bersikap terbuka. Bagi mereka, banyaknya wadah adalah bentuk kreativitas sosial, selama muaranya tetap satu: menjaga kondusivitas daerah dan mendukung pemerintahan yang bersih.

Menutup perjalanan sore itu, narasi besar yang diusung tetap sama: PKSB ingin kembali menjadi jangkar bagi masyarakat Bugis di Kalimantan Barat untuk berkontribusi lebih nyata dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pewarta : Irfan Tiago