*Razia Gabungan di Rutan Kelas IIB Poso, Tim Berhasil Amankan Ponsel Ilegal dan Benda Berbahaya*

*Razia Gabungan di Rutan Kelas IIB Poso, Tim Berhasil Amankan Ponsel Ilegal dan Benda Berbahaya*

Poso-Sulteng Mediamabespolri.com//– Dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan mencegah peredaran barang terlarang di dalam lembaga pemasyarakatan, Satuan Reserse Kriminal Polres Poso bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan razia dan penggeledahan gabungan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Nasir, S.Sos., M.H., dan dihadiri oleh Kabag Ops Polres Poso AKP Faizal Kadir, S.H., serta unsur TNI, BNNK, dan Brimob ini berlangsung pada Minggu (20/9/2026) malam.

Sekitar 88 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BNNK, Brimob, dan petugas lapas dikerahkan dalam operasi yang dimulai dengan apel gabungan pukul 20.00 WITA. Petugas dibagi menjadi tiga regu untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kamar hunian warga binaan. Hasil dari penggeledahan tersebut, petugas berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Barang-barang tersebut meliputi 1 unit handphone, 2 headset, 4 charger, 9 cermin kaca, 27 botol kaca parfum, 2 cutter, 6 gunting kuku, 53 paku, 11 hanger besi, 19 sendok besi, 2 pisau kecil, serta berbagai benda tajam dan keras lainnya yang dapat dijadikan senjata rakitan.

Selain penggeledahan fisik, petugas juga melakukan tes urine terhadap 31 orang warga binaan secara acak. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba. Seluruh barang bukti yang disita kemudian diamankan untuk dimusnahkan atau diproses lebih lanjut sesuai prosedur, sementara situasi di Rutan Kelas IIB Poso terpantau aman dan terkendali hingga kegiatan berakhir pukul 22.30 WITA.

Menanggapi hasil razia tersebut, Kabag Ops Polres Poso, AKP Faizal Kadir, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen penegakan hukum yang tegas di dalam lingkungan penahanan.

“Razia gabungan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas dari dalam rutan, seperti pelarian tahanan, perkelahian antarwarga binaan, atau bahkan pengaturan kejahatan dari balik jeruji besi. Temuan barang-barang seperti ponsel ilegal, benda tajam, dan pecahan kaca menunjukkan masih adanya upaya pelanggaran aturan yang harus kita putus mata rantainya,” ujar AKP Faizal Kadir.

Lebih lanjut, Kabag Ops menjelaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengawasan narapidana dan tahanan.

“Keberhasilan penyitaan barang terlarang ini membuktikan bahwa koordinasi antara Polres Poso, Rutan, TNI, dan BNNK berjalan efektif. Kami tidak hanya fokus pada aspek keamanan fisik, tetapi juga kesehatan warga binaan melalui tes urine yang hasilnya nihil narkoba. Namun, kami tetap waspada terhadap kemungkinan adanya oknum yang mencoba menyelundupkan barang ilegal. Oleh karena itu, razia seperti ini akan dilakukan secara berkala dan mendadak untuk memastikan lingkungan rutan tetap steril dari barang haram dan berbahaya,” tambahnya.

AKP Faizal Kadir juga memberikan imbauan kepada seluruh warga binaan dan pihak terkait.

“Saya mengingatkan kepada seluruh warga binaan untuk mematuhi peraturan yang berlaku di dalam rutan. Jangan mencoba-coba menyimpan barang terlarang karena akan berujung pada sanksi hukum yang lebih berat. Bagi petugas dan pihak luar, kami berikan peringatan keras agar tidak terlibat dalam penyelundupan barang ke dalam rutan. Mari kita jaga integritas dan keamanan bersama demi terciptanya proses pembinaan yang kondusif bagi para warga binaan di Kabupaten Poso,” pungkasnya.

(Obeth Kapita)