Pemuda Kampung Keramat Kompak Bangunkan Warga Sahur, Tradisi Ramadan yang Terjaga di Desa Sumur Bandung
WWW.MEDIAMABESPOLRI.COM
KABUPATEN TANGERANG – Semangat kebersamaan dan kepedulian antarwarga kembali terlihat di Kampung Keramat, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pada Selasa dini hari, 10 Maret 2026, sekitar pukul 02.50 WIB, puluhan pemuda dan pemudi dari RT 12 RW 03 bersama RT 13 RW 03 turun ke jalan untuk membangunkan masyarakat agar tidak melewatkan waktu sahur di bulan suci Ramadan.
Dengan membawa berbagai alat sederhana seperti dramer, kentongan, serta perlengkapan seadanya yang dipadukan dengan pengeras suara (speaker), para pemuda berkeliling kampung sambil menabuh alat musik dan menyerukan ajakan sahur kepada warga.
Suasana malam yang biasanya sunyi pun berubah menjadi penuh semangat dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut menjadi tradisi tahunan yang selalu dijalankan oleh para pemuda Kampung Keramat setiap bulan Ramadan. Tujuannya tidak lain untuk membantu masyarakat agar tidak terlambat bangun dan dapat menjalankan sahur bersama keluarga sebelum menunaikan ibadah puasa.
Salah seorang warga Kampung Keramat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para pemuda terhadap masyarakat sekitar sekaligus menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar warga.
“Alhamdulillah pemuda di sini kompak. Setiap Ramadan mereka selalu berkeliling membangunkan sahur. Walaupun hanya dengan alat sederhana, tapi semangatnya luar biasa. Ini sangat membantu warga supaya tidak kesiangan sahur,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai kegiatan sahur, Selasa dini hari.
Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan seperti ini menjadi salah satu ciri khas kehidupan masyarakat di Kampung Keramat, terutama saat bulan Ramadan yang penuh berkah.
Menurutnya, tidak terasa bulan suci Ramadan tahun ini sudah memasuki pertengahan, bahkan diperkirakan tinggal sekitar 9 hingga 10 hari lagi menuju akhir Ramadan.
Oleh karena itu, masyarakat berharap momentum kebersamaan ini dapat terus dipertahankan di tahun-tahun mendatang.
“Tidak terasa Ramadan sudah berjalan cukup lama. Semoga masyarakat Jayanti dan sekitarnya selalu diberikan kesehatan, umur panjang, serta kesempatan untuk kembali menjalankan ibadah puasa di tahun yang akan datang,” tuturnya.
Selain membangunkan sahur, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperkuat solidaritas dan kekompakan antar pemuda di lingkungan kampung. Mereka bahu-membahu menghidupkan suasana Ramadan dengan cara sederhana namun penuh makna.
Tradisi membangunkan sahur dengan cara berkeliling kampung sendiri memang sudah lama menjadi budaya di berbagai daerah di Indonesia. Di Kampung Keramat, kebiasaan ini terus dijaga oleh para pemuda sebagai bagian dari warisan kebersamaan yang mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Warga pun menyambut baik kegiatan tersebut. Banyak di antara mereka yang merasa terbantu karena tidak khawatir melewatkan waktu sahur. Suara tabuhan alat musik sederhana yang menggema di jalan kampung menjadi tanda bahwa waktu sahur telah tiba.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, masyarakat Kampung Keramat berharap tradisi ini tetap lestari dan dapat menjadi contoh positif bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai gotong royong serta kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Narasumber : Asli Masyarakat Pribumi.
Editor,”( Ahmad.S.A. Kaperwil MMP Banten ).






