Mutu Pendidikan Bukan Pada Kemegahan Fasilitas, Tapi Ditentukan Oleh Guru Dan Kepala Sekolah
barumun barat Palas Sumut
mediamabespolri.com
21/05/2026
Kepala sekolah SDN 1601 Sisalean kecamatan barumun barat kabupaten Padang lawas sumatra Utara sedang memaparkan materinya tentang mutu pendidikan
Kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan bukan hanya terletak pada input siswa atau kemegahan fasilitas sekolah, melainkan pada kualitas proses pembelajaran yang digerakkan oleh guru dan kepala sekolah visioner.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala sekolah SDN 1601 Sisalean kecamatan barumun barat Kabupaten Padang lawas Mikrad Ritonga SPD saat duduk bersama dengan kabiro mediamabespolri.com(MMP) kabupaten Padang lawas di ruang kerja nya, Pendidikan harus kita tingkat dan buat semakin maju di kabupaten Padang lawas.
Dalam pemaparannya, Ia menjelaskan bahwa saat ini memang banyak yang harus di tata dan di perbaiki untuk menuju pendidikan yang lebih baik dan maju menuju visi misi bupati terpilih untuk perubahan
Lanjutnya, ada beberapa sekolah yang sarana fasilitasnya memang bagus,“Tapi ingat, sekolah unggul tipe pertama (input) dan tipe kedua (fasilitas) itu belum jaminan untuk bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas,” terangnya.
Masukannya biasa-biasa saja, sarana fasilitasnya biasa-biasa saja, tapi dipandegani (dipimpin) oleh guru-guru yang luar biasa, hasilnya menjadikan murid lulusan yang luar biasa. Karena itu, kata kuncinya adalah Guru,” tuturnya.
Menyitir nasihat dari pakar pendidikan Andy Hargreaves, ia menambahkan ”The power to change education for better or worse is and always has been in the hand of teacher.” “Kurikulum boleh berganti dan menteri bisa berubah setiap rezim, namun kunci utama untuk menciptakan pendidikan yang bermutu tetap ditentukan oleh guru,” tegasnya.
Jika guru adalah kunci utama, maka kepala sekolah adalah kunci pertama sebagai the key person. Kepala sekolah diibaratkan sebagai pemegang kunci pintu yang menentukan arah perubahan.
“Kita tidak bisa masuk dalam ruangan ini kalau pemegang kunci pintu tidak membukanya. Karena itu, kepala sekolah harus orang-orang yang visioner; wawasannya luas, ilmunya dalam, dan berpikirnya tidak hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” katanya.
Mengingat adanya masa periodisasi jabatan, kepala sekolah dituntut memiliki perencanaan yang matang untuk membawa sekolahnya ke arah yang lebih baik selagi dia pemimpin nya. Pemikiran, gagasan, dan visi dari kepala sekolah inilah yang nantinya akan mewarnai para guru di sekolah.
Di akhir pemaparannya, ia menyerukan pentingnya memperkuat literasi baca-tulis di kalangan kepala sekolah dan guru. Budaya literasi yang kuat sangat diperlukan agar setiap kebijakan atau regulasi baru dari dinas pendidikan kabupaten Padang lawas dapat dikaji, didiskusikan, dan diimplementasikan dengan tepat.
“Saya berkeyakinan, kalau budaya untuk membaca dan menulis itu sudah melekat kuat pada diri kepala sekolah dan guru, tidak ada pendidikan yang dalam implementasinya dilakukan dengan cara malpraktik,” pungkas Mikrad Ritonga SPD
Sementara itu salah satu orang tua murid yang kami komfirmasi,mereka yakin SDN 1601 Sisalean akan bertambah maju dan baik ke depan nya di bawah pimpinan kepala sekolah yang baru menjabat beberapa bulan
reporter Wahyu p Siregar






