*Menanti Panen Raya Durian Dan Harapan Harga yang Baik Di Pamona Barat Tahun 2026*
*Menanti Panen Raya Durian Dan Harapan Harga yang Baik Di Pamona Barat Tahun 2026*

Pamona-Barat Poso Sulawesi Tengah Mediamabespolri.com // Secara umum di wilayah Sulawesi, musim panen raya durian berlangsung mulai dari pertengahan tahun (Mei-Agustus) hingga akhir tahun (Oktober-Januari/Februari), dengan puncak panen yang bisa bervariasi. Musim ini sering kali menjadi momen panen raya kedua setelah pertengahan tahun.
Daerah Pamona Barat memiliki tingkat kesuburan tanah yang sangat baik dalam mendukung hasil buah tanaman durian. Unsur tanah memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kualitas, rasa, aroma, dan pertumbuhan buah durian. Tanah yang optimal tidak hanya menunjang pertumbuhan pohon, tetapi juga menentukan apakah durian akan manis, berdaging tebal, atau justru hambar. Tanah yang subur dengan kandungan bahan organik tinggi (seperti kompos) akan menghasilkan durian yang lebih lezat.

pH tanah adalah singkatan dari Potential of Hydrogen (Potensi Hidrogen) atau Power of Hydrogen. Ini adalah ukuran konsentrasi ion hidrogen dalam larutan tanah yang menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan tanah dengan skala 0–14.
Hasil uji ph tanah mengunakan tester ph di wilayah Pamona Barat memiliki Ph tanah (5,5-7) dataran rendah sementara pegunungan ph (6-7) khusus durian membutuhkan pH ideal (sekitar 6,5) memungkinkan akar menyerap nutrisi dengan maksimal, menghasilkan buah dengan rasa yang sedap.
Dengan melihat bunga yang muncul disertai cuaca mendukung tahun ini bisa akan terjadi fase panen raya durian di daerahini. Musim ini di prediksi musim durian yang baik dapat memberikan harapan bagi petani untuk meraup keuntungan atau “cuan” yang tinggi. Durian Montong, musang king dan jenis lain yang legit dan bertekstur lembut banyak diburu, baik oleh pengepul lokal maupun pedagang dari luar daerah.

Masalah harga durian yang di kuasai pembeli dari luar daerah terkesan merugikan petani. Sistem klasifikasi berat dan bentukjenis durian montong merupakan alasan pembeli dalam memainkan harga dengan membagi 3 klas yaitu klas A berat diatas 4 kg/biji, klas B berat 3 kg/biji,klas C di bawah berat 2 kg/biji. Bandingkan data Trubus.id klas terbaik di atas 3 kg/biji dan klas lokal di bawah 2 k/biji. Selain itu diduga pembeli menggunakan parktek curang pada timbangan. Olehnya pemerintah kabupaten Poso perlu melakukan langkah kongrit untuk memastikan harga dan penjualan durian kepada eksportir langsung tidak lagi melalui praktek-praktek yang merugikan petani.
Durian bukan hanya sekadar buah musiman, melainkan menjadi komoditas ekonomi penting yang mampu meningkatkan pendapatan warga jika di pemda ikut membantu penjualan hasil petani.
Redaksi Biro Investigasi
Obeth Kapita






