Megawati Soekarnoputri bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara. Tepat di hari ke 29 Ramadan 1447 Hijriah. Silaturahmi.

Megawati Soekarnoputri bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara. Tepat di hari ke 29 Ramadan 1447 Hijriah. Silaturahmi.
Jakarta, mediamabespolri.com Mega datang memakai batik biru. Warna yang melambangkan profesionalisme & stabilitas.
Hampir dua jam, Mega & Prabowo bicara. Pertemuan dua kawan lama yang amat hangat serta akrab.

Ada banyak hal dibahas dalam pertemuan tersebut. Khususnya masalah geopolitik.
Mega bicara soal pengalaman serta peran ayahnya Soekarno dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung 1955, Gerakan Non Blok (GNB) 1961 serta memberikan masukan posisi politik luar negeri Indonesia dalam menyikapi dinamika global saat ini.
Khusus GNB 1961, Mega adalah delegasi termuda yang hadir di Beograd Yugoslavia. Usianya kala itu 14 tahun sehingga memberikan masukan soal GNB 1961 bagi Mega tidak sekadar cerita tapi didasari pengalaman pribadinya.
Mega tahu betul kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang tidak baik. Ini tidak hanya soal dampak geopolitik, ketidakstabilan sosial juga masalah ekonomi.
Mega juga menceritakan bagaimana dirinya menyelesaikan pelbagai krisis multi-dimensi saat menjabat presiden dari tahun 2001-2004.
Pun kita tahu, batas defisit APBN Indonesia menurut UU Keuangan Negara maksimal 3 persen. Jangan sampai jebol lebih dari 3 persen karena dampaknya pemerintah bisa saja dianggap melanggar konstitusi.
Pada poinnya ini, Mega memberikan masukan agar Prabowo bisa memprioritaskan kebijakan yang urgen dalam memakai anggaran demi menjaga kondisi keuangan negara di APBN tetap stabil.
Bagi PDI Perjuangan ketika negara sedang dalam keadaan sulit wajib dibantu.
Itu prinsip ideologis yang dipegang PDI Perjuangan dalam menggalang gotong-royong & persatuan melampaui pelbagai spektrum kekuatan politik.
Sehingga demi kepentingan rakyat, bangsa & negara sebuah dialog serta musyawarah amat perlukan seperti yang dipraktikkan Mega melampaui di mana pun posisi PDI Perjuangan saat ini.
Di ujung pembicaraan, Mega menceritakan pengalamannya selama melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab & Arab Saudi pada Februari 2026 lalu.
Di mana Mega merasa, Indonesia memiliki tempat yang baik di dalam hati negara-negara di Semenanjung Arab khususnya di wilayah Timur Tengah.
๐๐ฎ๐ญ๐ญ๐ ๐จ๐ฎ๐ฟ๐ป๐ฒ ๐ข๐ฒ๐ฝ๐ธ๐ป๐พ๐ผ.






