LSM JAWARA SOROTI PEKERJAAN RABAT BETON DI DESA BRANGGAH PROBOLINGGO

Probolinggo Rabu (30/07)
LSM JAWARA(jaringan advokasi masyarakat Nusantara,dan Aliansi gerakan masyarakat Pasuruan Probolinggo yang menjadi satu wadah dalam ALIANSI GEMPAR PRO,soroti pekerjaan rabat beton di desa branggah kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo yang sudah dikerjakan dan sudah di monev 1 bulan yang lalu,
Pasalnya proyek rabat beton di dusun Krajan desa branggah tersebut Di duga kuat adanya markeup anggaran,
pekerjaan rabat beton jalan dengan volume panjang 83 meter lebar 2 meter dan tebal 15cm di desa tersebut menggunakan anggaran yang cukup fantastis,
Papan nama yang terpasang menyita perhatian publik
Dalam papan anggaran tersebut terpampang nominal RP 44,117,900 dan bersumber dari dana desa
Ketua umum LSM JAWARA , mas DONI angkat bicara
Anggaran ini tergolong sangat fantastis ya,rabat beton dengan panjang 83 meter lebar 2 meter dengan ketebalan 15cm ini kalau kita rumus 83×2 x0.15 ini estimasi 24,9M³ Dan kalau kita buat anggaran harga penjualan pokok estimasi biayanya 25-26jt,ini sudah meliputi harga beton mutu slump k250 dan upah tuang serta anggaran tak terduga overhead 12%,lha ini kok smpai 44jt,kan perlu kita pertanyakan,ini SDH tugas kita lapisan masyarakat untuk mempertanyakan anggaran anggaran yang kami katakan tidak normal seperti ini,karena ini uang rakyat,kita LSM,ORMAS,atau kontrol sosial lainya,kita Tidak punya hak untuk melakukan investigasi tapi kita punya hak untuk mempertanyakan acuan pagu yang di SPJ kan oleh pemerintahan desa,dan kita harus benar benar kawal dana dana desa sperti ini,”ujar ketua umum LSM JAWARA dengan nada tegas
” Kita Minggu depan akan bersurat ke pada Aparat internal pengawas pemerintah,dan instansi pemerintah terkait untuk meminta di fasilitasi audensi,kita akan melibatkan beberapa LSM Dan ormas juga yang akan ikut hadiri dalam acara ini,kita akan share di group kalau nanti SDH ada feedback dari instansi terkait” imbuh pria manis tersebut kepada awak media sambil tersenyum dengan nada tegas.
Desa branggah memang tergolong menggunakan anggaran dana yang kami anggap diluar batas normal,beberapa waktu lalu desa branggah juga sempat menggunakan anggaran untuk membangun pariwisata namun gagal dan tidak ada realisasi,
Pemerintah kabupaten Probolinggo harus benar benar persiapkan beberapa jawaban yang akan di pertanyakan oleh lembaga dan ormas serta kontrol sosial yang akan mengikuti dalam audensi nanti dan mengawal perkara ini sampai benar benar adanya kejelasan (Liek dan team)

Investigasi//