Keselamatan Diutamakan, PT KAI Batalkan 13 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh

 

www.mediamabespolri.com

 

Bekasi.28 April 2026 — PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan sejumlah penyesuaian operasional perjalanan kereta api menyusul dampak dari suatu peristiwa yang terjadi di jalur perlintasan. Kebijakan ini diambil dengan mengedepankan aspek keselamatan penumpang sekaligus mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.

 

Informasi yang dirilis oleh MMP menyebutkan bahwa pada Selasa (28/4/2026), sebanyak 13 perjalanan kereta api jarak jauh terpaksa dibatalkan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah risiko yang lebih besar selama proses evakuasi dan perbaikan berlangsung.

 

Adapun daftar perjalanan kereta api yang dibatalkan meliputi:

 

KA Gunungjati (Cirebon–Gambir)

KA Purwojaya (Cilacap–Gambir)

KA Purwojaya (Gambir–Cilacap)

KA Madiun Jaya (Madiun–Pasarsenen)

KA Argo Sindoro (Semarang Tawang–Gambir)

KA Mataram (Solo Balapan–Pasarsenen)

KA Gumarang (Surabaya Pasarturi–Pasarsenen)

KA Singasari (Blitar–Pasarsenen)

KA Jayabaya (Malang–Pasarsenen)

KA Manahan (Solo Balapan–Gambir)

KA Progo (Lempuyangan–Pasarsenen)

KA Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi–Gambir)

KA Menoreh (Semarang Tawang–Pasarsenen)

Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pembatalan ini.

 

Penumpang yang terdampak juga diberikan opsi pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Selain itu, KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi perusahaan guna mendapatkan pembaruan terkini terkait operasional perjalanan kereta api.

 

Hingga saat ini, proses penanganan di lokasi kejadian masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait. KAI menegaskan komitmennya untuk segera menormalkan kembali layanan perjalanan kereta api setelah situasi dinyatakan aman.

Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa keselamatan dan keamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional transportasi publik di Indonesia.

 

Red,”( Ahmad.S.A.MMP ).