Hunian Sementara di Sumbar Mulai Direalisasikan Pemerintah, Percepat Pemulihan Warga
www.mediamabespolri.com | 19 Desember 2025
Lima Puluh Kota — Pemerintah mulai merealisasikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan kehidupan warga pascabencana.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pembangunan huntara dilakukan secara bertahap di beberapa kabupaten dan kota. Di Kabupaten Pesisir Selatan, pembangunan huntara berlokasi di Jorong Taratak Teleng, Nagari Puluik-Puluik, yang saat ini masih berada pada tahap persiapan pelaksanaan dengan proses pematangan lahan.
“Saat ini masih dalam proses pematangan lahan. Tahap I dialokasikan untuk 73 kepala keluarga,” demikian laporan BNPB, Rabu (17/12).
Sementara itu, di Kabupaten Lima Puluh Kota, pembangunan huntara telah dimulai sejak 15 Desember 2025. Pembangunan dilakukan dengan format kopel atau barak sebagai solusi hunian sementara bagi warga terdampak bencana.
“Pada tahap I, pembangunan dilakukan untuk 60 kepala keluarga dalam format kopel atau barak. Setiap kopel atau barak memiliki kapasitas lima unit, sehingga target tahap awal sebanyak 12 kopel atau barak,” tulis BNPB dalam laporannya.
Pembangunan huntara juga direncanakan di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Saat ini, kedua wilayah tersebut masih berada pada tahap pematangan lahan. BNPB mencatat bahwa alat berat, material bangunan, serta personel TNI telah berada di lokasi guna mendukung percepatan pelaksanaan pekerjaan.
“Pelaksanaan dimulai pada 15 Desember 2025. Alat berat, material, serta personel TNI telah disiagakan di lokasi,” ungkap BNPB.
Untuk Kota Padang, BNPB menyebutkan bahwa usulan pembangunan huntara masih dalam proses penyusunan. Sementara itu, sebagian warga terdampak telah ditempatkan sementara di rumah susun Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tangah.
Khusus di Kabupaten Lima Puluh Kota, progres fisik pembangunan huntara terus menunjukkan perkembangan. Hingga 17 Desember 2025, lahan yang telah dibersihkan mencapai sekitar 4.700 meter persegi atau sekitar 75 persen dari total lahan yang dapat dimatangkan. Selain itu, pekerjaan pemasangan bouplank lantai telah dilakukan pada dua barak, sementara satu barak lainnya telah memasuki tahap pengecoran lantai dengan progres mencapai sekitar 90 persen.
Dalam pelaksanaan pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota, personel lintas satuan dikerahkan secara terpadu, terdiri dari 40 personel Kodim, 25 personel Yonif 131/Brs, serta 20 personel Zipur, guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
(Welly MMP)






