Drainase Minim di Desa Tanjung Menang Keluhkan Warga: Aroma Tak Sedap dan Genangan Lumpur Hantui Pengguna Jalan

PRABUMULIH – Aroma tak sedap dan genangan lumpur kini menjadi “pemandangan” sehari-hari bagi warga serta pengendara yang melintas di Jalan Raya Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan. Kondisi ini diduga kuat akibat tidak adanya saluran drainase yang memadai, sehingga air hujan dan limbah karet (getah) warga mengendap hingga membusuk di bahu jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada (17/03/2026), genangan air yang telah bercampur lumpur tersebut mengeluarkan bau menyengat yang mengganggu pernapasan. Kondisi kian memprihatinkan saat musim hujan tiba, di mana genangan meluas dan menciptakan titik-titik sarang nyamuk yang berpotensi menjadi sumber penyakit.

 

Salah seorang warga, Furwanti, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons pemerintah desa setempat. Ia mempertanyakan fungsi pengawasan Kepala Desa dan jajaran perangkatnya yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

“Kami sangat khawatir, genangan lumpur ini bukan hanya bau, tapi pasti banyak bakterinya. Ini bisa jadi sarang nyamuk. Mana perhatian Kepala Desa? Kasihan masyarakat dan anak-anak sekolah yang lewat di sini,” keluh Furwanti dengan nada getir.

 

Kondisi serupa juga terlihat di depan SDN 64 Prabumulih. Tanpa solusi konkret, air terus menggenang di depan gerbang sekolah,

Padahal, jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Kemang Tanduk dengan jalan raya utama, serta menjadi jalur operasional menuju Stasiun Pengumpul V II PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field.

 

 

Guna mendapatkan keberimbangan berita, tim media mencoba melakukan konfirmasi ke Kantor Desa Tanjung Menang. Namun, Kepala Desa tidak berada di tempat. Pencarian berlanjut ke kediaman pribadi, namun menurut keterangan orang tua beliau, Asmedi, sang Kades sedang berada di rumah sakit.

 

Meski demikian, terdapat pemandangan janggal di kediaman tersebut. Terlihat deretan kendaraan mulai dari mobil dinas, ambulans desa, hingga mobil pribadi terparkir rapi di halaman rumah, yang memicu tanda tanya terkait keberadaan sang pejabat desa.

 

Upaya komunikasi melalui pesan singkat maupun panggilan WhatsApp ke nomor pribadi Kepala Desa (+62 813-7338-3300) juga tidak membuahkan hasil. Meski pesan terlihat telah dibaca, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun solusi yang ditawarkan pihak desa terkait keluhan warga tersebut.

 

Masyarakat kini hanya bisa berharap agar pihak berwenang segera turun tangan membangun drainase permanen sebelum dampak kesehatan yang lebih buruk menimpa warga Desa Tanjung Menang.Pungkas

 

Tim Redaksi | Mediamabespolri.com