Desa Sidokan Disorot Warga Terkait Dugaan Keterbukaan Pengelolaan Dana Desa
Desa Sidokan Disorot Warga Terkait Dugaan Keterbukaan Pengelolaan Dana Desa
Padang Lawas, mediamabespolri.com – Sejumlah warga Desa Sidokan, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, menyampaikan harapan agar pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di wilayah mereka dapat dilakukan secara lebih terbuka dan akuntabel.

Beberapa warga menyoroti adanya bangunan desa yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal, serta meminta penjelasan terkait sejumlah program pembangunan yang dinilai belum selesai.
Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah pembangunan jalan desa dan sejumlah bangunan yang disebut belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Setiap tahun desa menerima anggaran yang cukup besar. Kami berharap penggunaan anggaran tersebut dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat, terutama terkait pembangunan yang belum selesai,” ujar seorang warga kepada media ini, Selasa (7/4/2026).
Selain itu, warga juga mempertanyakan realisasi program ketahanan pangan yang disebut telah dianggarkan pada tahun 2025. Hingga saat ini, menurut warga, belum ada informasi resmi yang mereka terima mengenai pelaksanaan program tersebut.
Warga berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami hanya ingin ada kejelasan dan transparansi. Jika memang ada kendala dalam pelaksanaan program, sebaiknya disampaikan kepada masyarakat,” lanjut warga tersebut.
Masyarakat juga berharap instansi terkait dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan DD dan ADD di Desa Sidokan, agar seluruh anggaran yang bersumber dari keuangan negara benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Sidokan belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai masukan dan pertanyaan dari warga tersebut.
Reporter: Wahyu P. Siregar






