Banyuwangi Terkurung: Pemkab Diminta Cari Solusi Atasi Kemacetan dan Inflasi
Banyuwangi mediamabespolri.com– Penutupan jalur gunung gumitir dan macet dari arah utara menuju Banyuwangi menjadikan fenomena kemacetan terjadi dalam beberapa hari terakhir ini.
Penutupan jalur Gumitir saja memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian Banyuwangi apalagi ditambah dengan kemacetan pasca di “Kandangkan” puluhan kapal karena berkategori tidak layak beroperasi pasca terjadinya tenggelamnya kapal Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali.
Dalam ekonomi terjadinya demand dan supply adalah suatu kebiasaan hanya jika tidak di antisipasi dengan baik akan menyebabkan hal yang tidak baik bahkan bisa mengganggu perekonomian masyarakat.
Distribusi kebutuhan masyarakat Banyuwangi dalam beberapa hari ini pasti mengalami perubahan yang signifikan, pasokan yang tidak lazim karena penutupan dan kemacetan tentu harus di antisipasi oleh Pemkab Banyuwangi, potensi terjadinya inflasi adalah hal yang di takutkan, bagaimana harga bahan-bahan makanan dan kebutuhan pokok bisa membumbung tinggi karena besarnya permintaan tidak di dukung dengan tersedianya bahan yang diminta.
Mencari alternatif pemecahan masalah adalah hal yang urgent karena dalam kurun waktu dua bulan jalur Gumitir baru bisa di gunakan, apalagi jalur utara yang di gadang gadang menjadi jalur alternatif tampaknya tidak terlalu bisa di andalkan karena sampai hari ini kemacetan juga tidak terlalu banyak terurai.
Pemkab Banyuwangi harus segera melakukan langkah langkah terukur melakukan berbagai simulasi agar hantu inflasi tidak datang atau minimal bisa di kurangi persentasenya kalaupun harus datang. Pasokan barang akan sangat tergantung dengan jalur darat, oleh karena akan lebih baik Pemkab Banyuwangi mencoba melakukan negosiasi terhadap buka tutup jalur gumitir meski ini berat karena proses konstruksi jalan membutuhkan ruang penutupan agar bisa bekerja leluasa.
Maka sudah waktunya Pemkab Banyuwangi melakukan koordinasi dengan pihak Kementrian Perhubungan untuk memberikan support kehadiran kapal kapal baru sebagai bantuan untuk transportasi laut guna mengurangi tingkat kemacetan di arah ketapang ke utara. Kedua untuk mengurangi kemacetan di jalur utara juga harus ada kepastian mobil jenis apa yang bisa lewat jalur ijen, karena kemarin saja ada truk terguling sehingga ada kemacetan di jalur alternatif tengah ini.
Selanjutnya Pemkab bisa melakukan dan memberikan support terhadap kekuatan ekonomi lokal seperti pertanian agar tetap bisa menggeliat dalam era yang “tidak biasa” ini. Mengaktifkan kembali penerbangan Banyuwangi – Denpasar sebagai salah satu sarana memperlancar transportasi dan juga mengefektifkan tol laut agar kebutuhan pangan terutama tidak berkurang. Sehingga pencegahan inflasi bisa dilakukan dari semua sektor.
Karena melihat kondisi “terkurungnya” Banyuwangi ini tentu kalau tidak ada antisipasi dengan baik maka akan di pastikan sesuai dengan teori pasar, maka akan ada kenaikan berbagai kebutuhan masyarakat, yang pada akhirnya akan menjadi inflasi, kami yakin karena sudah beberapa tahun ini Banyuwangi menjadikan jadi kota yang paling bisa mengendalikan inflasi, maka sudah seharusnya dengan bergotong royong dengan semua stakeholder yang ada, tantangan kemacetan dan penutupan jalur gumitir ini bisa kita hadapi dengan baik.
(pelor)






