*Aiptu Felix Sosialisasikan Anti-Bullying dan Pencegahan Kenakalan Remaja di Perkemahan Penggalang SMPN 1 Pamona Timur*
*Aiptu Felix Sosialisasikan Anti-Bullying dan Pencegahan Kenakalan Remaja di Perkemahan Penggalang SMPN 1 Pamona Timur*

Pamona Timur, Poso Sulawesi-Tengah Mediamabespolri.com// Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia, Polsek Pamona Timur melaksanakan kegiatan penyuluhan bertema “Anti-Bullying dan Pencegahan Kenakalan Remaja”. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian acara Perkemahan Penggalang SMP Negeri 1 Pamona Timur Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Serbaguna sekolah setempat pada Senin (21/9/2026) .
Sebagai pemateri utama, Kanit Binmas Polsek Pamona Timur, Aiptu Felix, menyampaikan materi komprehensif mengenai bahaya perundungan (bullying) baik secara fisik maupun verbal, serta dampaknya yang destruktif terhadap psikologis korban dan iklim belajar di sekolah. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor pemicu kenakalan remaja, pentingnya kedisiplinan, serta bahaya pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Penyuluhan ini bertujuan agar para siswa mampu menerapkan perilaku positif dan saling menghormati, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Menanggapi antusiasme para pelajar dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Pamona Timur, IPTU Risman, S.H., menegaskan bahwa pencegahan kekerasan dan kenakalan remaja harus dimulai dari pembentukan karakter sejak dini.
“Perkemahan adalah momen yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan disiplin. Melalui penyuluhan ini, kami ingin memastikan bahwa adik-adik siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang baik. Bullying bukan sekadar candaan, melainkan tindakan kekerasan yang dapat merusak masa depan seseorang. Kami mengajak seluruh siswa SMPN 1 Pamona Timur untuk menjadi agen perubahan yang menolak segala bentuk perundungan dan menjauhi perilaku menyimpang,” ujar IPTU Risman.
Lebih lanjut, Kapolsek Pamona Timur menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan kepolisian dalam mengawasi perkembangan remaja.
“Kami menyadari bahwa peran polisi tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, kami berharap guru dan orang tua terus memantau pergaulan anak-anak di luar jam sekolah. Jika ada tanda-tanda perubahan perilaku atau indikasi terlibat dalam geng motor atau penggunaan narkoba, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat. Pencegahan lebih baik daripada penanganan. Mari kita ciptakan lingkungan Pamona Timur yang aman, kondusif, dan ramah bagi pertumbuhan anak-anak kita,” tambahnya.
Kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para siswa aktif bertanya mengenai cara menghadapi tekanan teman sebaya dan langkah-langkah hukum terkait tindak pidana yang melibatkan anak di bawah umur. Polsek Pamona Timur berkomitmen untuk terus hadir di tengah-tengah pelajar sebagai mitra dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan bebas dari kekerasan.
@Beth Kapita






