Kapolda Maluku Gandeng Bank Mandiri, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Screenshot_2026-11-04-19-31-01-80_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

Ambon Maluku, Mediamabespolri.com – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., mendorong penguatan sinergi antara kepolisian dan sektor perbankan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan pekerjaan sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Maluku.

Menurut Kapolda, keamanan dan kesejahteraan masyarakat merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Situasi yang aman dan kondusif akan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi, sementara meningkatnya aktivitas produktif, pendapatan, dan kesempatan kerja masyarakat dapat memperkuat ketahanan sosial serta menekan potensi terjadinya konflik.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Maluku dan Maluku Utara di Ruang Kerja Kapolda Maluku, Selasa (3/11/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki peluang kemitraan yang dapat memberikan manfaat bagi institusi dan masyarakat.

Kunjungan Bank Mandiri dipimpin Area Head Maluku dan Maluku Utara Aloysius Boedi Pramutito, didampingi Branch Manager Marthin Silalahi, Micro Manager Hasiando Parulian, serta Government Business Officer Yulianti Kartika. Turut mendampingi Kapolda dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat utama Polda Maluku, termasuk Karo Rena, Dirintelkam, Kabidkum, dan Kabidkeu.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan stabilitas keamanan, tetapi juga membutuhkan upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, potensi ekonomi lokal perlu dikelola secara produktif agar mampu menciptakan sumber penghasilan, memperluas kesempatan kerja, dan memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kesibukan dan peningkatan penghasilan masyarakat merupakan salah satu kunci dalam menurunkan potensi konflik. Karena itu, lapangan pekerjaan harus tersedia dan masyarakat perlu diberikan berbagai kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan,” tegas Suwondo.

Kapolda menjelaskan, Maluku memiliki potensi sumber daya lokal yang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah dengan nilai tambah dan daya saing lebih tinggi. Penguatan UMKM, menurutnya, harus menjadi salah satu perhatian bersama agar potensi tersebut tidak hanya menghasilkan produk untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Dalam konteks tersebut, Kapolda mendorong pengembangan berbagai alternatif kegiatan ekonomi produktif melalui pengolahan potensi lokal. Ia juga menyoroti perlunya diversifikasi sumber penghasilan masyarakat, termasuk mendorong alternatif usaha dan produk olahan yang lebih produktif sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan minuman keras (miras).

Langkah ini dinilai penting sebagai pendekatan preventif dalam menghadapi persoalan sosial di Maluku. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, konsumsi miras menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi memicu konflik sosial. Oleh sebab itu, upaya menjaga keamanan perlu berjalan beriringan dengan pendekatan sosial dan ekonomi yang memberikan alternatif kegiatan serta peluang penghasilan bagi masyarakat.

Kapolda juga menyampaikan bahwa dirinya tengah menyusun sejumlah program untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui pendekatan kamtibmas. Pengalaman dan berbagai inovasi yang pernah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua, menjadi bagian dari referensi dalam melihat potensi peran Polri untuk mendorong masyarakat mengembangkan sumber daya ekonomi yang dimiliki.

Menurut Kapolda, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga dapat menjadi fasilitator yang mendorong kolaborasi berbagai pihak agar potensi masyarakat berkembang dan memberikan dampak bagi kesejahteraan daerah.

Di sisi lain, Kapolda turut memberikan perhatian terhadap kesejahteraan personel Polda Maluku, khususnya dalam memperoleh layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan. Ia meminta jajaran Bidang Keuangan memberikan kesempatan kepada anggota untuk melakukan survei dan membandingkan fasilitas maupun layanan perbankan sebelum menentukan pilihan.

“Saya ingin anggota diberikan kesempatan untuk menentukan layanan perbankan yang paling nyaman bagi mereka. Perhatian saya tertuju kepada anggota, bagaimana mereka bisa merasa nyaman dengan instrumen pendukung yang tersedia. Pada prinsipnya, kami terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh pihak, termasuk sektor perbankan,” ungkap Kapolda.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa penguatan kemitraan lintas sektor merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya stabilitas keamanan yang berkelanjutan. Menurutnya, keamanan yang kondusif akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Polda Maluku memandang stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat sebagai dua aspek yang saling berkaitan. Karena itu, membangun kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui langkah preventif dan penegakan hukum, tetapi juga perlu didukung kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan. Pengembangan UMKM, penguatan potensi ekonomi lokal, dan terbukanya kesempatan kerja diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketahanan sosial serta mendukung kemajuan masyarakat Maluku,” ujar Rositah.

Dalam kesempatan yang sama, Area Head PT Bank Mandiri Area Maluku dan Maluku Utara, Aloysius Boedi Pramutito, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Maluku atas kesempatan yang diberikan untuk bersilaturahmi.

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut selain bertujuan mempererat hubungan kelembagaan, juga menjadi kesempatan bagi Bank Mandiri untuk memperkenalkan jajaran manajemen sekaligus menyampaikan cakupan wilayah operasional yang meliputi Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Pihak Bank Mandiri juga menyampaikan keinginan untuk membuka dan menjajaki peluang kerja sama dengan Polda Maluku guna membangun hubungan kemitraan yang baik serta memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan menjajaki ruang kolaborasi antara Polda Maluku dan Bank Mandiri, baik dalam mendukung kebutuhan layanan perbankan personel maupun membuka peluang sinergi yang lebih luas bagi pengembangan UMKM dan potensi ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Polda Maluku mendorong agar upaya menjaga keamanan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan. Dengan demikian, stabilitas kamtibmas tidak hanya menjadi prasyarat pembangunan, tetapi juga diperkuat oleh masyarakat yang semakin produktif, mandiri, dan memiliki kesempatan ekonomi yang lebih baik.

( Bid Humas Polda Maluku / AAS /MMP-MLK )