*Sinergitas TNI-Polri-Damkar Jinakan Kobarkan Api Melanda 3 Hektare Lahan di Lantojaya*

*Sinergitas TNI-Polri-Damkar Jinakan Kobarkan Api Melanda 3 Hektare Lahan di Lantojaya*

Poso Pesisir, Poso Sulawesi Tengah Mediamabespolri.com//Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Poso Pesisir, tepatnya di area perkebunan kelapa milik warga di Desa Lantojaya. Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Poso Pesisir, AKP Fathurrahman, S.H., langsung memimpin personel piket bersama unsur TNI Koramil 1307-09/Poso Pesisir, Kepala Desa, serta perangkat desa untuk melakukan pemadaman awal pada Selasa (8/9/2026).

Kebakaran terjadi di lokasi dengan titik koordinat S1,404067 E120,707138, yang merupakan lahan perkebunan campuran kelapa, alpukat, dan pisang milik Bapak Pandaleke, Bapak Pono, dan Bapak Hasim Belo. Akibat cuaca kemarau yang disertai angin kencang, api sempat meluas hingga mencakup area sekitar 3 hektare. bantuan dua unit mobil Damkar dari Kecamatan Poso Pesisir dan Mako Pemda Poso tiba di lokasi, disusul oleh Unit SAR Brimob Yon B Kie 1 Landangan dengan membawa satu unit mobil pickup tangki air dan peralatan pompa punggung.

Melalui kerja sama solid antara 5 personel Polsek Poso Pesisir, 12 personel Brimob, 8 personel TNI, 8 personel Damkar, serta 15 warga masyarakat, api berhasil dipadamkan ,Berdasarkan inventarisasi sementara, kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp70.000.000,- (tujuh puluh juta rupiah). Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran, yang diduga kuat akibat kelalaian manusia di tengah musim kemarau panjang.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolsek Poso Pesisir, AKP Fathurrahman, S.H., menegaskan bahwa kejadian ini merupakan yang kelima kalinya terjadi di Desa Lantojaya sejak Agustus hingga September 2026, sehingga memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari seluruh unsur, mulai dari TNI, Damkar, Brimob, hingga masyarakat Desa Lantojaya yang bahu-membahu memadamkan api. Namun, kami menyayangkan bahwa Karhutla ini terus berulang akibat masih minimnya kesadaran sebagian oknum masyarakat terhadap bahaya membakar lahan di musim kemarau. Kerugian sebesar 70 juta rupiah adalah angka yang tidak kecil bagi petani, dan ini bisa dicegah jika kepatuhan terhadap larangan pembakaran terbuka lebih ditingkatkan,” ujar AKP Fathurrahman.

Lebih lanjut, Kapolsek Poso Pesisir mengingatkan akan potensi bahaya sisa bara api dan pentingnya pengawasan pasca-pemadaman.

“Meskipun api sudah padam, kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali titik api dari bara yang tersisa. Personel kami akan terus melakukan monitoring di lokasi hingga dipastikan benar-benar aman. Kami juga sedang mendalami penyebab awal kebakaran ini, dan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti lalai atau sengaja membakar lahan sehingga merugikan orang lain dan merusak lingkungan,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, AKP Fathurrahman menyampaikan komitmen Polsek Poso Pesisir untuk meningkatkan patroli dan edukasi pencegahan Karhutla.

“Ke depan, kami akan memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Desa dan Bhabinkamtibmas untuk menggencarkan sosialisasi bahaya Karhutla. Mari kita jaga bersama aset perkebunan dan lingkungan Desa Lantojaya. Kepatuhan terhadap hukum dan kesadaran kolektif adalah kunci utama untuk memutus rantai bencana kebakaran di musim kemarau ini,” pungkas AKP Fathurrahman. (H-hpp)

(Obeth Kapita)