Antisipasi Karhutla, Polsek Badau dan TNI Bangun Sumur Bor di Kawasan TNDS
KAPUAS HULU – Mediamabespolri.com Dalam rangka mengantisipasi dan mempercepat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), personel Polsek Badau bersama Koramil 1206-04/Badau serta Satgas BKO Karhutla Batalyon 644 Walet Sakti melaksanakan kegiatan pembuatan sumur bor di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Desa Tinting Seligi, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dipusatkan di Dusun Empai, Desa Tinting Seligi. Lokasi pembuatan sumur bor berjarak sekitar dua jam perjalanan dari wilayah Kecamatan Badau.
Pembuatan sumur bor dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi musim kemarau yang cukup panjang. Kondisi tersebut menyebabkan debit air Danau Sentarum mengalami penurunan hingga beberapa sumber air sulit dijangkau dari lokasi yang berpotensi maupun telah terdampak Karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, personel TNI dan Polri bersama Satgas BKO Karhutla Batalyon 644 Walet Sakti bekerja secara bersama-sama untuk membangun sumber air yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam mendukung upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran di kawasan TNDS.
Personel yang terlibat antara lain dari Kodim 1206/Putussibau, Koramil 1206-04/Badau, Polsek Badau serta personel Satgas BKO Karhutla Batalyon 644 Walet Sakti.
Kehadiran sumur bor di lokasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber air alternatif bagi personel dalam melakukan pemadaman Karhutla, khususnya apabila sumber air alami mengalami kekeringan atau tidak dapat dijangkau oleh tim pemadam.
Kapolres Kapuas Hulu melalui Kasi Humas Polres Kapuas Hulu menyampaikan bahwa sinergitas TNI-Polri bersama unsur terkait merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
“Pembuatan sumur bor ini merupakan langkah antisipatif untuk mendukung kesiapsiagaan personel dalam menghadapi Karhutla. Dengan tersedianya sumber air di lokasi yang strategis, diharapkan proses pemadaman dapat dilakukan dengan lebih cepat apabila terjadi kebakaran,” ujarnya.
Selain mendukung pemadaman, keberadaan sumur bor juga diharapkan dapat mempermudah mobilisasi personel dan peralatan pemadam menuju titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran di kawasan TNDS.
Kegiatan pembuatan sumur bor selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung situasi berjalan aman, lancar, kondusif dan terkendali.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata komitmen TNI-Polri dan seluruh pihak terkait dalam menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Danau Sentarum sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak Karhutla.
Red/Endipriyono
Sumber/Humas






