Bupati Enrekang Ajak Keluarga Besar Sossok Menahan Diri, Kawal Proses Hukum dan Jaga Kedamaian
Bupati Enrekang Ajak Keluarga Besar Sossok Menahan Diri, Kawal Proses Hukum dan Jaga Kedamaian

Enrekang, 21.08.2026 //— mediamabespolri.com — Bupati Enrekang, H. Yusuf Ritangnga, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah pembunuhan yang menimpa warga Sossok, Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggeraja.
Sebagai bagian dari keluarga besar Sossok, Bupati Yusuf Ritangnga mengaku sangat terluka dan berduka atas musibah yang terjadi. Ia menyampaikan bahwa dirinya bersama keluarga dan masyarakat berupaya meredam luapan amarah serta emosi yang muncul setelah peristiwa tersebut.
“Saya memahami sepenuhnya rasa kehilangan, sakit hati, dan kemarahan yang kita rasakan bersama. Namun, di tengah duka yang begitu dalam, saya berharap kita semua tetap mampu menahan diri,” ujar Bupati Yusuf.
Menurutnya, kesedihan dan kemarahan yang tidak terkendali dikhawatirkan justru menimbulkan persoalan baru dan memperpanjang luka bagi kedua belah pihak.
Bupati menegaskan bahwa proses hukum harus diberikan ruang untuk berjalan secara profesional dan adil. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses hukum dengan kepala dingin agar keadilan dapat ditegakkan tanpa menimbulkan korban maupun persoalan baru.
“Biarlah proses hukum berjalan dan keadilan ditegakkan. Kita kawal bersama dengan kepala dingin, agar keluarga kami mendapatkan keadilan tanpa harus ada korban dan permasalahan baru,” tegasnya.
Bupati juga mengajak keluarga besar Sossok untuk tetap kuat, bersatu, serta menjaga keamanan dan kedamaian di tengah suasana duka.
“Kita boleh marah, kita boleh terluka, tetapi jangan sampai kehilangan kendali,” pesannya.
Respons Warganet
Pernyataan Bupati Enrekang tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah warganet. Salah satunya, Dewi Candra, mengapresiasi imbauan Bupati agar masyarakat menyerahkan persoalan tersebut kepada proses hukum.
“Betul kata Pak Bupati, biarkan keadilan yang turun tangan. Jangan sampai merusak rumah seperti itu, kasihan. Kasihan juga keluarga si pelaku. Kita manusia tidak luput dari kesalahan,” tulis Dewi Candra dalam komentarnya.
Sementara itu, Naim Pasha turut menyampaikan pandangannya agar pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat bersama-sama meningkatkan upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Enrekang.
“Bupati, kepolisian dan seluruh warga Kabupaten Enrekang harus bertindak dalam pemberantasan peredaran narkoba di Enrekang, karena narkoba adalah akar dari segala kejahatan,” tulisnya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat Enrekang. Di tengah rasa duka dan tuntutan agar hukum ditegakkan, masyarakat diharapkan tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Redaksi Yd
Editor Yd






