*Kapolres Poso Pimpin Apel Siaga Pasukan Gabungan,Jelang Meningkatnya Karhutla Di Sejumlah Kecamatan*

*Kapolres Poso Pimpin Apel Siaga Pasukan Gabungan,Jelang Meningkatnya Karhutla Di Sejumlah Kecamatan*

Poso-Sulteng Mediamabespolri.com// Kemarau panjang landa Kabupaten Poso dan sekitarnya potensi kebakaran hutan kian mengkhawatirkan. Untuk mengantisipasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Poso, Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar, S.I.K. memimpin Apel Gelar Pasukan gabungan di Lapangan Mako Polres Poso pada Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud kesiapsiagaan penuh menjelang musim kemarau yang berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) di sejumlah kecamatan.

Apel yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh ratusan personel dari berbagai elemen pentahelix. Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Danyon B Sat Brimob Poso Kompol M. Ilyas, perwakilan Kepala BNPB Poso Bapak Sopian, Pasi Ops Kodim 1307/Poso Lettu Cke Abraham Maeka, Kadinas Kehutanan Bapak Daud, serta para PJU Polres Poso. Pasukan yang dikerahkan terdiri dari 1 pleton masing-masing dari Kodim 1307 Poso, Yon B Brimob, Satsamapta, Satlantas, Staf Gabungan, Satintelkam/Satreskrim/Satresnarkoba, Polsek Poso Kota/Lage/Pesisir, Damkar & Satpol PP, BPBD, Dinas Kehutanan, serta Senkom Mitra Polri.

Dalam amanatnya, AKBP Alowisius Londar menegaskan bahwa Karhutla bukan sekadar musibah alam biasa, melainkan bencana ekologis yang dampaknya dapat merusak lingkungan selama puluhan tahun. Beliau menginstruksikan agar Satgas Karhutla bekerja maksimal dengan pendekatan preventif melalui edukasi persuasif kepada masyarakat, sekaligus tetap tanggap terhadap pemadaman dini jika ditemukan titik api.

“Prioritaskan upaya deteksi dini dan monitor titik rawan hotspot di lapangan sebagai tindakan pencegahan. Namun, saya tegaskan: utamakan kesehatan dan keselamatan petugas dalam bertugas. Jangan sampai kita kehilangan nyawa demi menyelamatkan hutan,” tegas AKBP Alowisius Londar.

Seluruh rangkaian apel berjalan aman dan terkendali, ditutup dengan pembacaan doa dan penghormatan pasukan kepada inspektur upacara.

Menyikapi gelar pasukan ini, Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar, S.I.K. memberikan penekanan khusus mengenai strategi penanganan Karhutla yang humanis namun tegas.

“Apel hari ini bukan sekadar formalitas, tetapi deklarasi komitmen kami bersama TNI, Pemkab Poso, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga paru-paru dunia di bumi Poso. Kami menyadari bahwa sebagian besar Karhutla dipicu faktor manusia, baik sengaja maupun tidak sengaja. Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan sosialisasi masif ke desa-desa menjadi kunci utama sebelum api membesar,” ujar AKBP Alowisius Londar, S.I.K.

Lebih lanjut, AKBP Alowisius mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan teknologi dalam pengawasan lahan.

“Kami telah berkoordinasi dengan BMKG dan Dinas Kehutanan untuk memantau pergerakan hotspot secara real-time. Setiap laporan warga atau temuan petugas di lapangan akan ditindaklanjuti secepat mungkin. Saya juga mengapresiasi kehadiran Senkom Mitra Polri dan relawan damkar; sinergi inilah yang membuat penanganan Karhutla di Poso lebih efektif dibanding tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Kapolres berharap dengan kesiapan semua pihak, Kabupaten Poso dapat melewati musim kemarau 2026 tanpa terjadi kebakaran hutan dan lahan yang merugikan ekosistem maupun masyarakat.(H-hpp)

(Obeth Kapita)