Cabang Lombok Utara mulai membawa inovasi ECOSA 18UU Ecoenzyme Soap Active

Lombok Utara ,NTB II mediamabespolri.com
Memperkenalkan ke ruang publik dengan produk sabun multifungsi berbasis Eco Enzyme itu kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Pengenalan kepada publik dilakukan setelah ECOSA 18UU resmi diluncurkan Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta pada Mei 2026 sebagai inovasi pemanfaatan bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai guna menjadi produk rumah tangga ramah lingkungan.

“Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA,” kata Heny di Kantor Camat Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu 11/07/2026

ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan pemanfaatan Eco Enzyme menjadi produk sabun aktif multifungsi.

Eco Enzyme yang menjadi bahan utama ECOSA diproduksi secara mandiri oleh Bhayangkari Cabang Lombok Utara melalui pengolahan bahan organik yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah.

Hasil pengolahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi sabun yang dapat dimanfaatkan untuk mencuci piring maupun pakaian.

“Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat,” ujarnya.

Menurut Heny, gagasan utama di balik ECOSA 18UU bukan semata-mata menciptakan produk sabun, melainkan membangun cara pandang baru terhadap bahan organik dan persoalan lingkungan dari lingkup rumah tangga.

Ia mengatakan perubahan perilaku terhadap lingkungan dapat dimulai melalui langkah sederhana, termasuk memilah dan memanfaatkan kembali bahan yang sebelumnya berakhir sebagai sampah.

“Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu cide yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita,” katanya.

Dalam pengembangan ECOSA 18UU, Bhayangkari Cabang Lombok Utara menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan akademis terhadap pemanfaatan Eco Enzyme.

Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian yang dilakukan mahasiswa tersebut, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten memproduksi serta mengembangkan Eco Enzyme di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting untuk mempertemukan konsistensi gerakan masyarakat dengan ilmu pengetahuan.

“Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan,” ujarnya.

Kini, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K Jilid II yang menyasar lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara.

Program yang membawa pendekatan kepolisian langsung ke tengah masyarakat itu sekaligus dimanfaatkan Bhayangkari Cabang Lombok Utara untuk mengenalkan ECOSA 18UU dan menyampaikan edukasi mengenai pemanfaatan Eco Enzyme.

Menurut Heny, membawa ECOSA langsung ke tengah masyarakat merupakan langkah penting setelah produk tersebut sebelumnya melalui proses produksi dan pengembangan di lingkungan Bhayangkari Cabang Lombok Utara.

“Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia mengatakan pengenalan ECOSA 18UU di lima kecamatan juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dengan masyarakat mengenai potensi pengembangan produk ramah lingkungan berbasis bahan yang tersedia di sekitar mereka.

Bhayangkari Cabang Lombok Utara berharap ECOSA 18UU dapat menjadi pemantik bagi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, maupun komunitas untuk mulai melihat potensi pengelolaan bahan organik dari lingkungan terdekat.

“Ketika sesuatu yang dianggap tidak berguna dapat kita olah menjadi produk yang bermanfaat, di situlah sebenarnya nilai dari sebuah inovasi. Kami berharap semangat itu dapat tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Heny.

ECOSA 18UU masih akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dan evaluasi terhadap produk serta pemanfaatannya.

Bhayangkari Cabang Lombok Utara juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme dan pengembangan inovasi berbasis lingkungan.

“Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini,” kata Heny.

(Sab)