Sinergi aktif TNI dan Polri dalam Respon Cepat Mitra SPPG Kopang Kajanan Pada Keluhan Bau Amis Warga Setempat
Sinergi aktif TNI dan Polri dalam Respon Cepat Mitra SPPG Kopang Kajanan Pada Keluhan Bau Amis Warga Setempat

Kopang, 23 April 2026
mediamabespolri.com penelusuran jurnalis mediamabespolri pada hari senin tanggal 20 April 2026 ke dapur SPPG Kopang kajanan di kecamatan kopang kabupaten Lombok Tengah, bahwa dapat informasi pada minggu malam warga masyarakat setempat melakukan aksi mendadak terkait bau amis yang di cium warga di seputeran selokan aliran pembuangan limbah dapur MBG.
Dalam aksi tersebut terlihat sekelompk warga mendatangi Dapur dan memprotes bau amis tersebut, dalam aksi protes tersebut keesokan harinya pada hari senin 20 April 2026 pihak dapur MBG lansung menghubungi kantor Damkar Lombok Tengah untuk meminta bantuan membersihkan selokan yang diduga asal bau tersebut.
Pihak Damkarpun membersihkan saluran tersebut dengan menyemprotkan air bersih yang dicampur ditergen supaya menghilangakan bau tersebut, alhasil bau amis yang dikeluhkan wargapun sudah tidak tercium kembali.
Adapun jurnalis mediamabespolri, afandi lansung melakukan klarifikasi kepada pemilik Dapur atau mitra yaitu HJ. Baiq Sukarni, beliau memberikan klarifikasi bahwa membenarkan adanya bau amis tersebut.
“Bau amis tersebut memang pada saat itu tercium, saya juga bingung kenapa hal itu bisa terjadi padahal, saya sudah memasang IPAL, namun setelah saya mengecek IPAL terlihat ada bagian yang belum ditutup dan itu saya akui kelalean petugas kami maklum baru pertama beroprasi, jadi belum terlalu faham mekanisme kerja IPAL, tapi saat ini saya sudah meminta tolong kepada pihak distributor IPAL untuk memberikan pelatihan kepada pegawai kami supaya bisa menguasi secara sempurna, adapun upaya saya kedepan untuk menjaga kebersihan yaitu dengan cara mengupayakan bahan bahan makanan olahan dapur seperti ikan, daging, ayam dll.
Saya akan meminta kepada penyedia untuk membersihkan sampai bersih baru dibawa ke dapur, supaya disini tinggal masak, dan inilah salah satu yang akan saya terapkan kedepan untuk mengantisipasi bau tidak sedap tersebut, dan kepada warga setempat juga saya meminta pengertiannya kalau mau mengkritik silahkan, saya bukan tipikal anti kritik, asal kritikan tersebut dilontarkan untuk membangun, saya akan pertimbangkan.
Dan saya berharap juga untuk rencana kami melakukan pemasangan paralon terhadap saluran pembuangan juga bisa di izinkan warga, karna selama ini saya dilarang warga, padahal saya pikir dengan pemasangan paralon sedikit lebih cepat mengontrol bau.
Apakah bau tersebut berasal dari limbah dapur atau limbah warga, sebab selokan tersebut juga bersifat umum semua warga membuang limbah rumah tangganya disana.
kedua saya juga akan melakukan penugasan kepada pegawai saya secara khusus untuk setiap hari mengontrol selokan dan menyapunya, selain itu juga pak Dandrem bersama pak Babinkamtibmas polsek kopang menyarankan minimal satu kali seminggu melakukan pembersihan dari pihak Damkar, bila perlu juga dua hari sekali saya akan lakukan untuk menjaga kebersihan selokan”.
Saran dari pak Gontan selaku Dandrem yang bertanggung jawab atas tiga belas desa kecamatan kopang serta pak Suhaeli sekalu Babinkamtibmas polsek kopang diharapkan bisa menjadi penegah dalam upaya mediasi antara pihak mitra SPPG dengan warga, dan yang pasti saat ini mitra dapur SPPG Kopang Kajanan Hj.
Baiq Sukarni sedang berbenah untuk memenuhi tuntutan warga semaksimal mungkin supaya dapur bisa cepat beroprasi kembali. Sebab jika dapur tidak beroprasi akan berdampak kepada bayak hal, diantaranya para pegawai, mitra dan suplier yang selama ini bergantung ekonominya pada dapur MBG.
Salah satunya adalah mitra ber inisial AF yang mobilnya disewa oleh dapur mengeluhkan jika, dapur tidak beroprasi kembali maka cicilan kendaraanya tidak bisa ia setorkan.
Jurnalis: pandi






