Refleksi Hari Kartini 2026: Kadis Pertanian KSB Dorong Perempuan Menjadi Pilar Ketahanan Pangan Modern.

Refleksi Hari Kartini 2026: Kadis Pertanian KSB Dorong Perempuan Menjadi Pilar Ketahanan Pangan Modern.


​TALIWANG, SUMBAWA BARAT – mediamabespolri.com // Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2026, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Hj. Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov., mengajak seluruh perempuan di Bumi Pariri Lema Bariri untuk menjadikan semangat perjuangan R.A. Kartini sebagai motor penggerak inovasi di sektor pertanian.

​Dalam keterangannya di Kantor Dinas Pertanian KSB, Hj. Jamilatun menekankan bahwa sosok Kartini masa kini tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga menjadi aktor intelektual dalam menjaga kedaulatan pangan daerah.

​”Hari Kartini bukan sekadar seremonial kebaya. Bagi kami di sektor pertanian, ini adalah momentum pembuktian bahwa sentuhan inovasi dan ketelatenan perempuan mampu menjawab tantangan iklim dan teknologi pertanian modern,” ujar Hj. Jamilatun.

​Inovasi dan Peran Perempuan Tani
​Sebagai pejabat yang dikenal inovatif, Hj. Jamilatun menyoroti beberapa poin penting dalam peringatan tahun ini.

​Digitalisasi Pertanian. Mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) di KSB untuk melek teknologi, mulai dari sistem pengairan cerdas hingga pemasaran hasil tani secara digital.

​Kemandirian Pangan Keluarga: Mengajak para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi guna menekan angka stunting.

​Kepemimpinan Perempuan: Menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan di birokrasi, khususnya di bidang teknis seperti pertanian, mampu membawa perubahan yang lebih humanis.

​Beliau menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berkomitmen memberikan ruang bagi petani perempuan untuk mengakses modal, pelatihan, dan alat mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas.

​Pesan untuk Generasi Muda ​Menutup pernyataannya, Hj. Jamilatun berpesan kepada generasi muda perempuan di Sumbawa Barat agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian. “Pertanian adalah masa depan. Menjadi petani milenial yang berinovasi adalah cara paling nyata untuk meneruskan api perjuangan Kartini di era modern ini,” pungkasnya.


Tim Redaksi MMP
Harmiati