Di Duga PJ SEKDA Padang Lawas Pernah Melanggar Etika Kepegawaian.
Mediamabespolri.com.
Palas Sumut
16/04/2026.Ali martua salah satu aktivis muda Padang lawas memberikan kritik keras terhadap bupati Padang lawas agar tidak serta merta mengangkat pejabat yang menjadi pembantu atau bawahannya tanpa mempertimbangkan rekam jejak masa lalunya.
Salah satunya yaitu PJ sekda kabupaten Padang lawas yang diduga pernah tertangkap razia di tempat hiburan malam yaitu di diskotik Delta Lounge Spa sekaligus PJ Sekda diduga melakukan penyalahgunaan narkoba pada tahun 2017 silam.
“menurut Ali sangat tidak layak secara etika dan moral H. Panguhum Nasution memegang jabatan sebagai PJ sekretaris daerah Padang lawas karna beliau memiliki rekam jejak buruk di masa lalu di tambah beliau pada saat itu menjabat sebagai sekretaris dewan yang di duga di copot jabatan nya secara tidak hormat, ia menilai PJ sekda terkesan di paksakan untuk menduduki jabatannya apalagi PJ sekda hari ini masih di pertanyakan terkait legalitasnya Ali mengatakan apabila hal tersebut dibiarkan maka akan berpotensi besar merusak citra pemerintah sekaligus bakal menjadi preseden buruk terhadap pandangan masyarakat” ujarnya.
menurut PP No. 42 Tahun 2004 menetapkan pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan PNS dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari guna meningkatkan pengabdian, persatuan, dan profesionalisme. Peraturan ini mewajibkan penerapan nilai dasar, etika terhadap diri sendiri, sesama, serta negara, dan sanksi moral bagi pelanggarnya.
Berdasarkan hal tersebut Bupati di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Alam menurut Ali perlu mengevaluasi setiap pejabat yang memiliki rekam jejak buruk di masa lalu supaya dapat menjadi motivasi bagi setiap pejabat baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Negri Sipil (PNS) di lingkungan kabupaten Padang lawas.
Ali martua secara tegas mengatakan akan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaannya apabila Bupati Padang lawas tidak segera berbenah karna menurutnya sudah menyalahi dan melukai hati masyarakat Padang Lawas karna di pimpin oleh pejabat yang pernah melanggar etika dan tidak mencerminkan contoh tauladan baik sebagai pejabat. Tutupnya
reporter Wahyu p Siregar.






