*Menyimak Tanggapan Publik Terkait Peredaran Narkoba Di Lembah Bada*
*Menyimak Tanggapan Publik Terkait Peredaran Narkoba Di Lembah Bada*
Ketua Ampel: “Ini bukan hanya tugas Polri, tapi Pemda Poso juga memiliki tanggung jawab membina generasi muda dan mencegah penyalahgunaan narkoba”

Poso,Sulteng Mediamabespolri.com// Ngamba Bada (Lembah Bada) darurat narkoba sebagaimana statemen camat Lore Selatan Robert Tungka SH butuh perhatian bersama bukan hanya tugas Polri untuk lakukan tindakan refresiv namun butuh kerja sama preventif seluruh warga Lembah Bada dan pemerintah daerah serta DPRD Kabupaten dan propinsi, demikian di katakan Rembenunu Torare pemerhati Poso Sulawesi Tengah (05/04/2026)
Terkait Lembah Bada darurat narkoba ketua ALIANSI Masyarakat Peduli ( AMPEL) ikut angkat komentar.
Dalam keterangan persnya Ahmad Karman mengatakan, Aliansi Masyarakat Peduli (AMPEL), meminta agar Pemda Poso segera memikirkan anggaran untuk test urine siswa, pegawai, dan personel polsek, serta para pemuda dan anggaran pembinaan di Lembah Bada sebagai tanggapan lanjut melihat kondisi mendesak masyarakat di sana
” Ini bukan hanya tugas Polri, tapi Pemda juga memiliki tanggung jawab untuk membina generasi muda dan mencegah penyalahgunaan narkoba” tegasnya.
Harapan kami agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama generasi muda. Biaya test urine dan pembinaan generasi muda adalah investasi yang sangat penting untuk masa depan di daerah kita.
Kami berharap agar Pemda Poso dapat memasukkan anggaran untuk program ini dalam anggaran program darurat atau paling lambat APBD tahun depan, serta bekerja sama dengan Polri dan lembaga terkait untuk melaksanakan program ini secara efektif, tandasnya.
Warga Poso yang tinggal di Jakarta Ahmadi SE, mengatakan masalah narkoba terutama sudah menjadi gejala nasional terlebih jika negara Myanmar masih terus bergejolak maka penanaman opium akan terus meningkat , apalagi sekarang narkoba sudah menjadi andalan untuk mencari pemasukan bagi para pemberontak di negara tersebut, tentunya penjualan obat terlarang ini akan merambah hingga indonesia.
Menurut Ahmadi cara menaggulagi kondisi di lembah Bada adalah peningkatan kerjasama berbagai elemen masyarakat dan Polres harus sudah punya anjing pelacak, ujarnya
Tanggapan warga Ngamba Bada
Yonatan Tokii: Ini semua yang harus diberantas kerja sama lembaga adat dan sudah perlu melakukan pemeriksaan terhadap orang dan benda masuk di Bada.
Susanti Pelio: Semua harus diusahakan tes urin bukan hanya pemdes tapi masyarakat serta PNS,TNI,POLRI sekalipun diperiksa supaya kita tau sebenarnya apakah ada disekitar kita yang terkontaminasi dgn barang tersebut
Jackman Toii : Semoga ada langkah kokrit dari penegak hukum, karna sudah mengkuatirkan peredarannya di ngamba bada ini, saran buat kepolisian biar pasang intel di tiap desa, itu lebih efisien
Zul Garabas Malara “Minta polda segera turunkan tim”
Redaksi Biro Investigasi Nasional
Obeth Kapita






