*Polemik Proyek Perbaikan Jalan Negara DiWatuawu, Ketua Ampel Desak Pt TMJ Selesaikan April 2026*

*Polemik Proyek Perbaikan Jalan Negara DiWatuawu, Ketua Ampel Desak Pt TMJ Selesaikan April 2026*

Lage, Poso Sulawesi Tengah Mediamabespolri.com// 29/03/2026. Polemik proyek perbaikan jalan negara yang ambruk akibat abrasi sungai Poso, tak kunjung selesai lebih setahun di desa Watuawu kecamatan Lage kabupaten Poso Sulawesi Tengah.

Informasi yang di terima media ini, proyek yang menggunakan APBN nilainya di perkirakan miliaran rupiah di tangani kontraktor Pt TMJ terus menuai sorotan warga setempat dimana proses pekerjaan lapisan jalan di hambur sirtu (pasir batu) Kemudian di lanjutkan dengan penghamparan abu semen tanpa perna di lapisi aspal meskipun jenis lapen

Akibatnya setiap kendaraan yang melewati ruas jalan ini menghasilkan debu yang berterbangan hingga puluhan meter memasuki rumah warga di sekitarnya sudah lebih setahun. Kondisi ini telah mengakibatkan sejumlah warga setempat mengalami penyakit saluran pernapasan.

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli (AMPEL) Poso Ahmad Karman pada media ini mengatakan pengerjaan proyek ini sudah lebih setahun tapi belum di laksanakan pengaspalan sebagaimana layaknya proyek infrastruktur jalan negara. Selain untuk menutupi badan jalan pengaspalan juga mengamankan debu yang berterbangan di musim kering dan menutupi lumpur di musim hujan. “Pemerintah desa dan warga Watuawu sudah sering mempertanyakan dan meminta ke pihak kontraktor untuk pengaspalan meskipun jenis lapen namun hanya sebatas janji”ungkapnya

Lanjutnya, pekerjaan konstruksi jalan yang dilaksanakan yaitu penghamparan sirtu ini sudah di lakukan berkali-kali, hasil investigasi kami dari ampel dilokasi, diatas lapisan sirtu di hampar seperti abu semen, mengakibatkan debu berterbangan ke segala arah dengan jangkauan puluhan meter memasuki puluhan rumah warga dan mengganggu pelintas jalan lainnya.”Sudah ada warga yang terinfeksi saluran pernapasan akibat debu di ruas jalan ini” tegasnya

Ketua Ampel Ahmad Karman menegaskan kepada Pt TMJ dan balai jalan negara wilayah Sulawesi Tengah agar jalan ini segera di aspal “Kami minta awal bulan April sudah ada realisasi, jika tidak kami akan membuat laporan ke pihak APH (aparat penegak hukum”. Karena penyebab abu dari ruas jalan ini sudah banyak masyarakat yang mengalami sakit flu dan batuk “ini mempengaruhi kesehatan masyarakat Watuawu dan waktu pengerjaanya sudah terlalu panjang” pungkasnya.

Redaksi Biro Investigasi Nasional
Obeth Kapita