Warga Soroti Pengelolaan Dana Ketahanan Pangan dan BUMDes di Desa Aek Tanduk

Warga Soroti Pengelolaan Dana Ketahanan Pangan dan BUMDes di Desa Aek Tanduk


Padang Lawas, 2026 — mediamabespolri.com

Sejumlah warga Desa Aek Tanduk menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran mereka terkait pengelolaan dana desa, khususnya pada program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Ketahanan Pangan (Ketapang) tahun anggaran 2025.


Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media, warga menilai terdapat sejumlah hal yang perlu mendapatkan penjelasan dari pihak pemerintah desa. Salah satunya berkaitan dengan program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang disebut memiliki alokasi anggaran sekitar Rp100 juta pada tahun 2025.


Menurut warga, hingga saat ini pelaksanaan program tersebut belum terlihat secara nyata di desa. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai realisasi dan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.


“Sejauh ini kami belum melihat adanya kegiatan Ketapang yang berjalan di desa kami, sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan warga.
Selain itu, warga juga menyoroti pengelolaan BUMDes yang diduga belum berjalan sebagaimana mestinya. Mereka berharap adanya transparansi dan keterbukaan informasi dari pemerintah desa terkait pengelolaan kedua program tersebut.


Masyarakat Desa Aek Tanduk menegaskan bahwa penyampaian aspirasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan desa serta upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.


Warga juga berharap pihak terkait, baik dari pemerintah daerah maupun aparat berwenang, dapat melakukan klarifikasi dan, bila diperlukan, pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


“Kami berharap ada penjelasan resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Jika memang ditemukan pelanggaran, kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti sesuai aturan,” ungkap warga.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Aek Tanduk belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh informasi yang berimbang.


Reporter: Wahyu P. Siregar