Ramadhan 1447.H Relawan Damkar, Ambulance, Komunitas berbagi
Ramadhan 1447.H Relawan Damkar, Ambulance, Komunitas berbagi

PONTIANAK – mediamabespolri.com Di balik kemudi ambulans yang terbiasa memacu adrenalin dan di antara selang pemadam yang kerap bergulat dengan api, ada satu agenda yang memaksa mereka menepi sejenak dari kegentingan. Bukan untuk evakuasi, melainkan untuk sebuah invasi kebaikan.
Senin sore, 9 Maret 2026, rupa jalanan Kalimantan Barat tampak berbeda. Arus lalu lintas yang biasanya dipenuhi wajah lelah kaum komuter, mendadak riuh oleh kehadiran para “penyelamat” berbaju seragam kebesaran. Di bawah komando Ketua Damkar, Arif S., dan Ketua Relawan Ambulance Kalbar Muhammad Dany, sebuah orkestra kemanusiaan digelar: Berbagi Takjil Serentak.

Satu Frekuensi Membelah Senja
Ini bukan sekadar ritual bagi-bagi makanan. Arif .S (Pak De Nama Akrab) menegaskan bahwa gerakan ini adalah simbol solidaritas lintas lini. “Kami biasa bertemu di medan bencana atau di tengah kobaran api. Hari ini, kami bertemu untuk memastikan tidak ada warga yang masih di jalanan saat azan berkumandang tanpa seteguk air,” ujarnya dengan nada mantap.
Tak main-main, gerilya takjil ini melibatkan koalisi besar yang jarang terlihat berkumpul dalam satu bingkai non-darurat:
Edy Zulkarnain
Garda Depan: Driver Ambulance dan Relawan Peduli Kemanusiaan.
Irfan Tiago Usman
Sayap Komunikasi: Para “udara” dari RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) yang memastikan koordinasi titik distribusi tetap nihil kendala.
Elemen Massa: Organisasi kemasyarakatan mulai dari POC, BRIKER, hingga deretan komunitas hobi yang menanggalkan atribut ego kelompoknya demi satu kantong plastik takjil.
Solidaritas di Atas Aspal
Pantauan di lapangan menunjukkan aroma persaudaraan yang kental. Di titik-titik strategis, para personel Damkar yang biasanya sangar dengan jaket antipanas, kini nampak luwes menyapa pengendara. Begitu pula para driver ambulans; tangan yang biasanya kokoh memegang kemudi saat kondisi emergency, sore itu nampak lembut menyerahkan paket berbuka.
”Kami ingin menunjukkan bahwa relawan itu satu tubuh. Saat RAPI mengudara, BRIKER menyambut, dan POC bergerak, di situlah kekuatan Kalbar sebenarnya,” ungkap salah satu koordinator lapangan.
Meski sederhana, aksi ini mengirimkan pesan tajam: di tengah hiruk-pikuk kota dan kerasnya perjuangan hidup, kemanusiaan tetap memiliki rumahnya sendiri di hati para relawan. Sirine mungkin tidak berbunyi sore itu, namun gema kepedulian mereka terdengar jauh lebih nyaring.
Dany (Ketua Ambulance relawan Kalbar) Berharap tahun depan bisa lebih banyak lagi berbagi Takjil, Tidak lupa ia mengucap apresiasi kepada seluruh Donasi yang sudah mengambil bagian untuk kegiatan ini Tutup nya.
Irfan






