*Pelatihan Juru Sembelih Halal Pertama Digelar di Enrekang*

*Pelatihan Juru Sembelih Halal Pertama Digelar di Enrekang*

Enrekang, 6-8.03.2026// mediamabespolri.com — Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kabupaten Enrekang. Kegiatan ini diprakarsai oleh Halal Center Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) bekerja sama dengan LPK Pusat Kajian dan Advokasi Halal (Pusjilal) Institut.

Pelatihan JULEHA berlangsung pada 6–8 Maret 2026 di Kampus I Universitas Muhammadiyah Enrekang. Peserta berasal dari Rumah Potong Hewan dan Rumah Potong Unggas (RPH/RPU) dengan jumlah terbatas, yakni 15 orang.

Kepala Halal Center UNIMEN, Uli Nuha, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Halal Center UNIMEN dan LPK Pusjilal Institut beberapa waktu lalu.

“Pelatihan JULEHA ini merupakan program utama kami karena sangat penting sebagai wadah bagi peserta untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas tentang teknik penyembelihan hewan ternak yang benar dan sesuai syariat Islam,” ujarnya.

Ia menambahkan, di masyarakat masih banyak juru sembelih yang belum sepenuhnya memahami prosedur penyembelihan sesuai tuntunan syariat Islam. Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta.

Menurut Uli, ke depan warung makan yang menyediakan daging sebagai bahan konsumsi diwajibkan memiliki sertifikasi halal, dengan syarat daging yang digunakan berasal dari Rumah Potong Hewan atau Unggas yang telah memenuhi standar halal.

Sementara itu, Direktur Pusjilal Institut sekaligus instruktur LPK Pusjilal, Dr. Waspada Santing, menyampaikan bahwa mekanisme pelatihan JULEHA telah terstandarisasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Pelatihan ini cukup ketat karena standar materinya telah ditetapkan oleh BPJPH dan seluruh peserta wajib mengikuti semua rangkaian materi,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini telah diberlakukan aturan bahwa seluruh makanan dan minuman yang diperjualbelikan di Indonesia wajib memiliki sertifikasi halal, termasuk produk daging.

Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang, Muh. Husain Kamaruddin, menilai pelatihan JULEHA sangat penting untuk melahirkan juru sembelih yang profesional.

“Tukang sembelih yang ada di kampung-kampung perlu mendapatkan edukasi tentang teknik penyembelihan hewan secara praktis dan profesional. Apalagi banyak di antara mereka yang sudah sepuh, sehingga melalui kegiatan ini diharapkan terjadi kaderisasi,” ujarnya.

Plt. Rektor UNIMEN, Dr. Ismail, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Halal Center UNIMEN akan terus mendukung program yang dibutuhkan masyarakat, termasuk pelatihan JULEHA.

“Saat ini banyak program pemerintah yang memerlukan jaminan sertifikasi halal, misalnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam program tersebut banyak daging yang disajikan sehingga perlu dipastikan kehalalannya,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Enrekang memiliki potensi peternakan yang besar, terutama saat perayaan Idul Adha. Karena itu, keberadaan Halal Center UNIMEN dinilai sangat penting dalam mendukung upaya penjaminan kehalalan produk daging di daerah tersebut.

Seremoni pembukaan pelatihan Juru Sembelih Halal ini turut dihadiri perwakilan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang, Hasan Basri, S.P., M.Si., Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Nakertrans Kabupaten Enrekang, Hasbar, S.IP., M.Si., serta sejumlah pejabat struktural UNIMEN. Redaksi mediamabespolri.com-Yudi