Jeritan Warga Amanuban Selatan dan Noebeba atas Kondisi Jalan yang Memprihatinkan.
Jeritan Warga Amanuban Selatan dan Noebeba atas Kondisi Jalan yang Memprihatinkan.

TIMOR TENGAH SELATAN, NTT – mediamabespolri.com//Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Kecamatan Amanuban Selatan dan Kecamatan Noebeba hingga saat ini masih jauh dari kata layak.
Selama puluhan tahun, jalur vital sepanjang perbatasan dua kecamatan ini dilaporkan belum pernah tersentuh aspal sama sekali. Kondisi ini kian diperparah dengan ketiadaan jembatan penghubung yang memadai di titik-titik krusial.
Bagi masyarakat setempat, melintasi jalan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan pertaruhan nyawa. Karakteristik tanah yang labil dan sangat licin saat diguyur hujan membuat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sangat rentan mengalami kecelakaan fatal.
”Kondisinya sangat membahayakan jika hujan deras turun, jalanan berubah menjadi bubur lumpur yang tak bisa dilalui, Kami seperti terisolasi dari dunia luar,” ungkap salah satu warga setempat.
Dampak dari buruknya infrastruktur ini menjalar ke segala sektor kehidupan masyarakat empat desa anara lain, desa Polo, desa Batnun, desa Kiubaat dan desa Oepliki. ekonomi Terhambat karena arus distribusi hasil bumi warga menuju pasar terhenti total saat cuaca buruk, menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi petani.

Pelayanan kesehatan bagi warga desa menjadi tidak stabil. Karena sulitnya akses ambulans atau kendaraan menuju puskesmas/RSUD, banyak masyarakat yang akhirnya terpaksa memilih pengobatan alternatif meskipun dalam kondisi darurat medis. Kondisi ini sangat berisiko bagi ibu hamil dan pasien kritis.
Anak-anak sekolah dan aparatur desa seringkali harus bertaruh nyawa menyeberangi luapan air karena ketiadaan jembatan.
Masyarakat di dua kecamatan ini menaruh harapan besar dan mendesak Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera bertindak.
Warga meminta agar pemerintah tidak lagi menutup mata dan segera
mengalokasikan anggaran khusus untuk pengerasan dan pengaspalan jalan penghubung Amanuban Selatan – Noebeba.
Membangun jembatan permanen agar akses transportasi tidak terputus saat banjir, memberikan kepastian pembangunan demi keselamatan jiwa dan peningkatan taraf hidup masyarakat di pedalaman Timor.

Jangan tunggu ada korban jiwa lebih banyak lagi sebelum infrastruktur ini diperbaiki. Keadilan pembangunan harus dirasakan oleh setiap warga, termasuk mereka yang berada di pelosok Amanuban Selatan dan Noebeba.
Red// mediamabespolri.com investigasi nasional
Wilson






