Polemik Panjang Jaringan Pipa Proyek Air Bersih Antara Ciptakarya Poso versus Ketua BPD Salukaia Selisih 7,39 Km

Pamona Barat-Poso//  Mediamabespolri.com. Masalah proyek air bersih senilai Rp4,382.741482 sumber APBD Kabupaten Poso tahun anggaran 2024, terus menjadi sorotan tajam warga RT 14 dusun II yang belum menikmati air bersih di desa Salukaia kecamatan Pamona Barat kabupaten Poso Sulawesi Tengah

Ketua BPD desa Salukaia Yefta Padjamu yang di temui Mediamabespolri.com di kediamannya, pada tanggal 11/01/2026. Dalam keterangan persnya mengatakan awal turunnya pengerjaan proyek air bersih yang di garap CV KZ Metro Perkasa terjadi transisi kepemimpinan di desa Salukaia, dalam situasi tersebut instansi terkait maupun pelaksana proyek tidak melakukan sosialisasi “mereka datang hanya menyampaikan jenis kegiatan dan survei jalur penggalian langsung melakukan pekerjaan” .

Menurut Yefta Padjamu mestinya harus melakukan sosialisasi melalui rapat koordinasi dengan Pemerintahan desa dan masyarakat setempat agar di temukan tehnis perencanaan sumber mata air yang baik dan mengantisipasi kendala alam di hulu penyadap air

Sumber air bersih tidak layak di konsumsi  Lebih lanjut kata Yefta Padjamu air yang di hasilkan pada proyek ini tidak layak konsumsi sebab di ambil dari sungai yang di kelilingi ratusan hektar kebun warga di mana limbah racun penyemprotan rumput dan pohon tanaman mengalir ke sumber mata air ini”. Padahal ada sumber mata air lain yang terletak di antara bebatuan gunung tidak ada kebun masyarakat Salukaia dan tempatnya selisih 400an meter lebih dekat dari sumber mata air yang sekarang ini.

Terkait pemasangan pipa primer di hulu Yefta Padjamu menjelaskan pipa hulu proyek air bersih senilai Rp4,38 miliar hanya di tempel pada proyek pamsimas tahun anggaran 2016, sehingga pada tahap uji coba awalnya air lancar mengalir hingga Rt 14 namun terjadi banjir merusak pipa di hulu pada bulan maret dan april 2025 sebelum serah terima kedesa,

Lebih lanjut di katakan Yefta Padjamu pada awal pekerjaan ada 2 RAB gambar pekerjaan yang kami lihat yaitu satu dari PU propinsi dan satu dari PU kabupaten Poso sebab anggaran bersumber dari DAK yang di serahkan ke pemda Poso , maka gambar RAB yg di gunakan dari Ciptakarya Poso.

Ketua BPD Yefta Padjamu membantah jika di katakan proyek air bersih desa Salukaia gagal total “proyek air bersih telah di nikmati sebagian besar masyarakat Salukaia hanya RT 14 dusun II yang belum mendapatkan pasokan air bersih dari proyek ini ungkapnya

Panjang dan upah Penggalian pipa  Menjawab pertanyaan pers tentang penggalian jalur pipa dan upah kerja  Yefta Padjamu mengatakan penggalian jalur pipa 6 sepanjang 3.953,90 meter dengan upah galian senilai Rp18.000/meter, untuk pipa 4 sepanjang 2.225 meter dengan upah kerja sebesar Rp12.000/meter, panjang jalur pipa 3 620 meter dan panjang jalur pipa 2 sepanjang 2.761,61 meter kedalaman rata-rata 60 cm dengan upah Rp10.000/meter, panjang galian keseluruhan 9.560,21 meter ungkapnya

Terkait biaya penyambungan pipa Ketua BPD Yefta Padjamu mengatakan  ” tdk ada kegitan penampungan, adapun kegiatan lansir pipa ke lokasi oleh pelaksana secara langsung”  Dinas PUPR Ciptakarya Poso Tepis keterangan Ketua BPD desa Salukaia

PPTK proyek air bersih Masrifa ST dinas Cipta Karya PUPR Poso yang di hubungi Mediamabespolri.com lewat whatsap membantah keterangan ketua BPD desa Salukaia menurutnya panjang jaringan pipa air bersih yang terpasang di desa Salukaia data terakhir sebagai berikut Pipa 6″ sepanjang 9.620,51 m, Pipa 4″ panjang 3.953,60 m

Pipa 3″ panjang 620 m

Pipa 2″ panjang 2.761,61 m

total panjang keseluruhan 16.955,82 meter, pungkasnya

Redaksi//Mat Sukeni 

Mediamabespolri.com

Reporter: Obeth Kapita