Proyek Air bersih desa Salukaia senilai Rp4,38 miliar Gagal Warga Petisi Kades Tenggat waktu 3 hari
Poso,Sul-Teng || Mediamabespolri.com // Kegagalan proyek air bersih senilai Rp4,382.741482 sumber anggaran DAK kabupaten Poso TA 2024 mulai mencuat di publik sejak bulan November 2025. Proyek yang di garap CV KZ Metro Perkasa menuai sorotan publik pasalnya usai pembangunan alih-alih warga menikmari air bersih menyambut hari raya Natal dan tahun baru namun realitas hanya sebatas meteran dan pipa kosong sejak serah terima dari dinas PUPR Cipta karya Kabupaten Poso dengan Pemerintahan desa Salukaia pada tanggal 12 agustus 2025.Senin,29 Des 2025
Hasil investigasi Mediamabespolri.com proyek pembangunan air bersih senilai Rp4,38 miliar hanya sebatas pemasangan pipa tanpa di sertai bangunan penangkap mata air disebut Broncaptering (atau Spring Catchment) yang berfungsi menangkap dan melindungi air dari sumber mata air (rembesan tanah) agar bisa disalurkan untuk kebutuhan air bersih.
Nampak di hulu pipa hanya terpasang jaring. Selain itu media ini menemukan kejanggalan di papan proyek tertulis tahun anggaran 2024, namun pengerjaannya di mulai Januari 2025 di serah terimakan ke pemerintah desa Salukaia pada bulan 12 agustus 2025.
Pemilik warung Arema Dicky Onora yang di konfirmasi Mediamabespolri.com di kediamannya RT 14 dusun 2 desa Salukaia kecamatan Pamona Barat kabupaten Poso (28/12/2025)
Pada pers mengatakan air bersih perna mengalir saat pengerjaan sekitar satu bulan pada maret 2025, memasuki bulan april air tdk mengalir hingga serah terima bulan agustus sampai hari ini. ” saya mengalami kerugian dimana usaha jual makanan dan minuman terhenti akibat krisis air bersih, harapan kami hanya satu air bersih harus segera mengalir tegasnya.
54 warga petisi kades Salukaia waktu 3×24 jam
Mel Sarongku pengusaha Salon warga RT 14 dusun 2 desa Salukaia saat di temui Mediamabespolri.com di tempat usahanya menyampaikan kekecewaannya atas proyek air bersih yang dinilai menggunakan anggaran besar hanya berakhir non fungsi. Menurut Mel Sarongku untuk merespon kondisi ini kami bersama 54 warga yang berdampak krisis air di lingkungan 2 telah menandatangani petisi untuk di ajuhkan ke pemerintahan desa Salukaia tembusan camat dan DPRD Poso pada 29/12/2025.
Isi petisi pada tahun 2024 pemda Poso telah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk pengadaan air bersih dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan seluruh warga terutama RT 14 dusun 2 desa Salukaia, ungkapnya.
Lebih lanjut di katakan Mel Sarongku namun kebutuhan air bersih untuk rumah tangga tidak sesuai harapan meskipun Cipta Karya dinas PUPR poso telah melakukan justifikasi lapangan bersama pemdes dan pengurus air bersih setempat, namun hasil nihil pada tanggal 13 november 2025,urainya
Oleh karena kepala desa sebagai penerima mandat serah terima pekerjaan ini pada tanggal 12 agustus 2025. “kami perlu mendesak kepala desa melalui petisi untuk mengambil tindakan lebih lanjut cepat dan efektif mengatasi krisis air bersih yang telah berkepanjangan.
“Jika tuntutan ini tidak di indahkan dalam waktu 3×24 jam, maka kami yang berjumlah 54 orang telah sepakat melaporkan masalah ini ke aparat penegak hukum” tegasnya
Menyinggung adanya petisi tembusan DPRD poso Mel sarongku mengatakan melalui tembusan petisi kami berharap anggota DPRD tahu tentang kondisi sebagian warga Salukaia yang menderita akibat krisi air bersih dengan harapan wakil-wakil rakyat di Poso bisa memanggil kami jika dibutuhkan untuk melakukan rapat dengar pendapat bersama intansi terkait, jelasnya.
Kepala Desa (Pj) Salukaia, Everlin Sowolino, S.E. yang dihubungi Mediamabespolri.com via whatsap menanggapi serius petisi warganya
Dalam pesan singkatnya “iya, surat sdh kami terima surat dari warga RT 14 dan akan kami tindak lanjuti surat yang di maksud dengan memanggil BUMDes selaku Pengelola Air bersih di Desa salukaia”
Lebih lanjut kata Kades Everlin Sowolino sebenarnya hari ini kami pemerintah Desa akan memanggil pengurus BUMDes & Pengurus air Bersih untuk pertemuan membahas penanganan Air bersih, khususnya Penanganan air yang tidak mengalir ke RT 14. tapi semua pengurus masih sibuk dengan kegiatan Natal dan menyambut tahun baru tutupnya
Reporter :Obeth






