Kebakaran Hebat Lahap SMPN 2 Enrekang, SMK PGRI, dan Rumah Satpam Sekolah.

Kebakaran Hebat Lahap SMPN 2 Enrekang, SMK PGRI, dan Rumah Satpam Sekolah.

Enrekang – mediamabespolri.com // 12.08.2025– Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kebakaran hebat melanda dua gedung sekolah, yakni SMP Negeri 2 Enrekang dan SMK/SMEA PGRI Enrekang, serta satu unit rumah satpam sekolah. Peristiwa ini terjadi pada Selasa dini hari, 12 Agustus 2025, sekitar pukul 02.00 WITA di Jalan Sultan Hasanuddin, poros Sidrap–Enrekang–Tator.

Lokasi kebakaran berada di area strategis, tepat di depan Kantor BRI Cabang Enrekang dan bersebelahan dengan Masjid Taqwa Enrekang. Hingga kini, jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut belum dapat dipastikan.

Bangunan SMPN 2 Enrekang sendiri merupakan bangunan lama yang kondisinya sudah lapuk, sehingga api dengan cepat merambat dan menghanguskan sebagian besar bagian gedung. Kerusakan yang ditimbulkan terbilang parah dan membuat aktivitas belajar mengajar diperkirakan akan terganggu.

Kronologi Kejadian
02.00 WITA
Warga sekitar mendengar suara letupan dari arah rumah satpam sekolah. Tidak lama kemudian, api terlihat membesar dan mulai menjalar ke gedung sekolah.

02.05 WITA
Suara sirine dari Masjid Taqwa Enrekang dibunyikan untuk membangunkan warga. Disusul kemudian sirine dari Masjid Raya Enrekang.

02.10 WITA
Beberapa warga mulai berlari menuju lokasi kebakaran sambil membawa peralatan seadanya. Asap tebal mulai membubung di udara.

02.15 WITA
Sirine mobil ambulans terdengar di lokasi, memberikan sinyal darurat bahwa situasi semakin serius.

02.20 WITA
Mobil Pemadam Kebakaran tiba di lokasi dan langsung berupaya memutus jalur api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.

02.30–04.30 WITA
Petugas Damkar bersama warga berupaya keras memadamkan api. Api merambat cepat karena sebagian bangunan sekolah sudah lapuk dan terbuat dari material yang mudah terbakar.

Menjelang Pagi Hari
Api akhirnya berhasil dijinakkan, namun dua gedung sekolah dan rumah satpam habis dilalap api.
Seorang warga sekitar, Sudirman (42), mengaku terkejut saat melihat kobaran api.

“Saya terbangun karena suara letupan dari arah sekolah. Begitu keluar rumah, api sudah besar sekali dan asapnya tebal. Kami hanya bisa membantu mengamankan barang-barang di sekitar agar tidak ikut terbakar,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Redaksi mediamabespolri.com

Yudi