Berkat Bantuan Dari Pak Rofiq Atlet Karate Demak Bangkit dari Kelumpuhan Berkat Terapi Manual
Demak mediamabespolri.com – Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh Nayla Shaffana, seorang pelajar SMA Negeri 1 Demak sekaligus atlet karate berprestasi. Setelah sempat mengalami kelumpuhan akibat gangguan saraf, kini Naila kembali bisa berjalan berkat pengobatan terapi yang dilakukan oleh Pak Rofiq, seorang anggota kepolisian Polres Demak yang bertugas di Polsek Karangtengah juga dikenal sebagai terapis saraf.
Dalam wawancara, Naila mengisahkan bahwa dirinya sempat tidak bisa berjalan dan telah menjalani berbagai pengobatan di sejumlah rumah sakit, seperti RS Umum Daerah sampai RS di Semarang. Namun, dari seluruh pengobatan tersebut, tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisinya bahkan sempat memburuk sebelum akhirnya berangsur membaik.
“Sudah berobat ke banyak rumah sakit, tapi malah makin parah. Alhamdulillah setelah dua hari diterapi secara manual oleh Pak Rofiq, saya bisa jalan lagi,” ungkap Nayla penuh haru saat didampingi Ayahnya Aripin dirumah kediamannya Desa Katonsari, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Selasa- (17-06-2025).
Sejumlah trophy penghargaan yang didapatkan Nayla Shaffana pasca mengikuti kejuaraan karate.
Nayla yang telah menorehkan banyak prestasi dalam dunia karate seperti Kejuaraan Daerah (Kejurda), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Popda, hingga O2SN, mengaku sangat bersyukur atas kesembuhan yang ia alami. Ia berharap bisa kembali menekuni dunia olahraga yang telah membesarkan namanya itu.
“Harapan saya bisa lanjut lagi di karate. Soalnya sayang banget kalau berhenti. Sudah berusaha dari nol, apalagi dulu sempat dikucilkan, jadi saya ingin buktikan lewat prestasi,” tambah Naila yang kini berusia 17 tahun.
Nayla juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pak Rofiq yang telah membantunya kembali berjalan. “Cuma bisa bilang terima kasih. Biarlah Allah yang membalas kebaikan beliau,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Nayla menjadi inspirasi tentang semangat juang dan harapan, sekaligus bukti bahwa kebaikan bisa datang dari mana saja, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun.
Suyono






