Atraksi Kesenian Jaranan Buto di Bumi Blambangan Dikotori dengan Adegan Tak Senonoh, Ini Respon Disbudpar Banyuwangi

BANYUWANGI mediamabespri.com – Video viral di media sosial (medsos) menampilkan atraksi kesenian Jaranan Buto yang melakukan adegan tak senonoh tersebar dan mendapatkan sorotan dari banyak pihak.

Dalam tayangan video itu, nampak seorang diduga transgender atau waria menyawer kepada pemain jaranan.
Ia pun mencambuk salah satu pemain jaranan tersebut lalu memberikan saweran uang kertas dengan menggunakan mulutnya.

Pemain jaranan itu pun langsung merespon dan memeluknya dari arah depan, selanjutnya pemain jaranan lainnya juga ikut menghampiri serta memeluk juga dari arah belakang.
Di saat itu, mereka pun mempertontonkan adegan intin dewas dan membuat para penonton berteriak histeris.

Kejadian ini pun mendapatkan sorotan dari publik lantaran adegan tersebut disaksikan oleh banyak orang dan rata-rata penonton merupakan anak di bawah umur.

Kejadian ini pun dirasa menciderai kesenian yang ada di Kabupaten Banyuwangi, yang seharusnya mendidik dan menjadi tontonan menarik.
Tidak seharusnya kesenian jaranan tradisional dikotori dengan adegan tidak senonoh seperti itu.

Para penonton berharap, agar atraksi yang tidak pantas seperti ini bisa diminimalisir dan pihak yang berkompeten bisa segera memberi pemahaman kepada pelaku seni yang lainnya.

Dengan harapan agar kesenian yang dipertontonkan kepada publik tidak sampai keluar jalur etika berkesenian.
Diketahui jika atraksi Jaranan Buto yang menampilkan adegan tidak senonoh itu digelar di salah satu desa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi Taufik Rohman menyayangkan peristiwa itu.
Ia pun akan melakukan evaluasi dan memanggil para pemain jaranan tersebut untuk dilakukan pembinaan secara khusus.

“Dalam waktu dekat akan kita kumpulkan semua grup jaranan untuk diadakan pembinaan,” pungkasnya pada Jumat (16/5/2025).

(TIM RED)