POLISI BERSAMA MASYARAKAT: KAPOLDA MALUKU MANGENTE PEMUDA KUDAMATI DI GEREJA REHOBOTH, TEGASKAN POLRI HARUS HADIR DAN RESPONSIF

IMG-20261105-WA0085

Ambon Maluku, Mediamabespolri.com – Membangun kepercayaan publik tidak cukup hanya dengan menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Kepolisian juga harus hadir, mendengarkan, memahami persoalan, serta merespons kebutuhan masyarakat secara nyata. Prinsip inilah yang ditegaskan Kapolda Maluku Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., saat menggelar kegiatan _Mangente Kamtibmas Bersama Pemuda Kudamati_ di Gereja GPM Rehoboth, Kecamatan Nusaniwe, Komta Ambon, Rabu (4/11/2026).

Mengusung semangat _“Polisi Bersama Masyarakat”_, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan Polda Maluku dengan jemaat, Angkatan Muda GPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para Ketua RT dan RW untuk menyampaikan aspirasi, kritik, harapan, hingga berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian kepolisian.

 

Berbagai isu strategis mengemuka dalam pertemuan tersebut, mulai dari pengembangan potensi generasi muda, profesionalisme dan netralitas anggota Polri, keberlanjutan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dukungan terhadap kegiatan keagamaan, pembinaan pemuda, pemberantasan narkoba, hingga evaluasi transparansi pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM).

 

Kapolda menegaskan, pendekatan kepolisian harus dibangun melalui komunikasi dua arah. Masyarakat bukan hanya menjadi pihak yang menerima pelayanan, tetapi juga mitra strategis yang memiliki pengetahuan langsung mengenai kondisi, kebutuhan, dan persoalan di lingkungan masing-masing.

 

“Melalui kegiatan ini, saya tidak ingin terlalu banyak berbicara. Saya justru ingin lebih banyak mendengarkan keluhan, masukan, usulan, serta ide-ide dari Bapak dan Ibu sekalian. Semua yang disampaikan akan menjadi bahan bagi saya untuk dibahas dan dirapatkan bersama staf di kantor, sehingga dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja kepolisian,” ungkap Kapolda.

 

Menurutnya, program kepolisian tidak boleh hanya dirancang berdasarkan perspektif internal organisasi, tetapi harus berangkat dari realitas dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program pelayanan dapat lebih tepat sasaran serta memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan warga.

 

Kapolda menjelaskan bahwa kegiatan Mangente merupakan bagian dari pendekatan _Polisi Bersama Masyarakat_ yang akan menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan program kerja kepolisian ke depan.

 

Sejak menerima aanah memimpin Polda Maluku pada 6 Oktober 2026, Kapolda menyampaikan pentingnya memahami secara langsung karakteristik wilayah, kehidupan sosial, budaya, serta berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat Maluku.

 

Baginya, kepemimpinan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kewenangan dan tanggung jawab institusi, tetapi juga kemampuan memahami masyarakat yang dilayani.

 

Polri, kata Kapolda, harus hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari melalui pelayanan, perlindungan, komunikasi, dan kemitraan yang berkelanjutan.

 

Dalam konteks pembangunan daerah, Kapolda turut menyoroti besarnya potensi Provinsi Maluku, khususnya sektor perikanan dan pengembangan proyek strategis Blok Masela yang diharapkan dapat mendorong investasi, membuka kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia berharap masyarakat lokal memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam berbagai peluang pembangunan, baik melalui peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, maupun kesempatan kerja sesuai kebutuhan dan persyaratan yang berlaku.

 

Kapolda memandang bahwa keamanan dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, berinvestasi, serta menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi.

 

Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan bukan sekadar bentuk dukungan terhadap kepolisian, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kemajuan daerah.

 

Dalam dialog yang berlangsung interaktif, perwakilan Jemaat GPM Rehoboth menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan pelaksanaan tugas kepolisian.

 

Salah satu perhatian yang disampaikan adalah pengembangan potensi generasi muda, khususnya di bidang seni dan tarik suara. Jemaat berharap adanya dukungan dan kemitraan antara Polri dengan gereja-gereja di Kota Ambon untuk mencari, membina, serta memberikan ruang bagi anak-anak muda dalam mengembangkan bakat dan kreativitas.

 

Menanggapi hal tersebut, Kapolda menyatakan dukungannya terhadap kegiatan positif yang dapat membangun potensi generasi muda. Dalam kesempatan itu, Kapolda juga memperkenalkan lagu ciptaannya berjudul *“Beta Maluku”*, sebagai ungkapan kecintaan terhadap daerah dan masyarakat Maluku.

 

Selain pengembangan kreativitas, jemaat turut menyampaikan perhatian terhadap profesionalisme dan netralitas anggota Polri dalam menangani persoalan maupun konflik sosial. Masyarakat berharap setiap anggota kepolisian dapat bertindak objektif dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada pihak tertentu.

 

Kapolda menegaskan bahwa seluruh anggota Polri wajib menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berpedoman pada hukum serta ketentuan yang berlaku.

 

Apabila terdapat personel yang terbukti melakukan keberpihakan dalam penanganan suatu persoalan, Kapolda memastikan bahwa yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan hukum, disiplin, maupun kode etik kepolisian.

 

Penegasan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Maluku dalam menjaga integritas institusi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh perlakuan yang adil tanpa diskriminasi.

 

Dalam kesempatan yang sama, jemaat menyampaikan apresiasi terhadap situasi keamanan di wilayah Kecamatan Nusaniwe yang selama kepemimpinan Kapolsek sebelumnya dinilai terjaga dengan baik melalui berbagai program pemeliharaan Kamtibmas.

 

Masyarakat berharap pergantian kepemimpinan di tingkat Polsek tidak mengakibatkan terhentinya program-program positif yang selama ini telah berjalan.

 

Merespons harapan tersebut, Kapolda meminta Kapolsek Nusaniwe AKP Rudi agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara maksimal, mempertahankan capaian positif, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja bahkan dua kali lebih baik dari kepemimpinan sebelumnya.

 

Kapolda menekankan bahwa pergantian pejabat harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menghadirkan inovasi, dan memperkuat kedekatan personel dengan masyarakat.

 

Dengan demikian, keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya bergantung pada figur pimpinan, tetapi juga konsistensi pelaksanaan program, profesionalisme personel, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

 

Aspirasi lainnya disampaikan panitia Hari-Hari Besar Gerejawi Jemaat GPM Rehoboth terkait rencana pembangunan panggung untuk pemasangan pohon Natal dan pelaksanaan berbagai kegiatan gerejawi di halaman gereja.

 

Panitia menjelaskan bahwa lokasi pembangunan panggung berpotensi memengaruhi jangkauan kamera pengawas atau CCTV milik Polda Maluku. Oleh karena itu, mereka meminta dukungan dan koordinasi agar pembangunan dapat dilaksanakan tanpa mengganggu fungsi pengawasan keamanan.

 

Kapolda menyambut baik rencana kegiatan tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan. Ia juga meminta Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk membantu memfasilitasi kebutuhan panitia dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan fungsi CCTV.

 

Perhatian Kapolda terhadap generasi muda juga terlihat melalui kesiapannya membantu pembinaan anak-anak Maluku yang berminat mengikuti seleksi penerimaan anggota TNI.

 

Kapolda menyatakan bahwa pelatihan dan pembinaan dapat difasilitasi dengan memanfaatkan Lapangan Tahapary, sehingga generasi muda memiliki kesempatan mempersiapkan kemampuan fisik, kedisiplinan, dan kesiapan diri menghadapi proses seleksi.

 

Dalam kesempatan itu, Kapolda turut menyinggung informasi mengenai penerimaan personel TNI yang mencapai sekitar 12.000 orang. Ia berharap generasi muda Maluku dapat mempersiapkan diri dan memanfaatkan peluang pengabdian tersebut melalui proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Dukungan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi dan mengambil bagian dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, Kapolda juga menegaskan komitmen memperkuat pembenahan internal kepolisian, khususnya dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan personel Polda Maluku.

 

Kapolda menyampaikan bahwa tes urine akan dilaksanakan secara berkala terhadap seluruh personel sebagai langkah pengawasan dan pencegahan. Personel yang belum menjalani pemeriksaan akan terus ditelusuri dan diminta mengikuti tes hingga kewajibannya dipenuhi.

 

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal institusi. Anggota Polri dituntut terlebih dahulu menjaga integritas, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan sebelum menjalankan tugas penegakan hukum di tengah masyarakat.

 

Dalam upaya mempersempit ruang peredaran gelap narkotika di Maluku, Kapolda juga mengungkapkan telah melakukan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, serta TNI untuk memperkuat pengawasan dan menutup celah masuknya narkotika ke wilayah Maluku.

 

Kapolda menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat melalui kepedulian terhadap lingkungan, pengawasan sosial, serta keberanian menyampaikan informasi apabila mengetahui indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

 

Sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

 

Persoalan kualitas pelayanan publik juga menjadi salah satu isu penting yang disampaikan masyarakat dalam dialog tersebut.

 

Salah seorang perwakilan jemaat mengungkapkan pengalaman dan keluhan terkait proses penerbitan SIM, khususnya tahapan ujian yang dinilai masih menghadapi kendala. Dalam penyampaiannya, masyarakat juga menyinggung dugaan praktik percaloan yang menawarkan kemudahan penerbitan SIM melalui jalur tidak resmi dengan biaya lebih besar.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Kapolda menyatakan akan memberikan perhatian khusus dan melakukan evaluasi terhadap pelayanan penerbitan SIM oleh jajaran Satuan Lalu Lintas.

 

Kapolda menegaskan bahwa seluruh proses penerbitan SIM harus dilaksanakan secara transparan, profesional, dan sesuai prosedur. Tidak boleh ada praktik percaloan maupun pungutan liar yang merugikan masyarakat.

 

Setiap personel yang bertugas memberikan pelayanan wajib menjaga integritas dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Polda Maluku untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

 

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan Mangente merupakan bagian dari komitmen Polda Maluku membangun komunikasi dua arah dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

 

Menurutnya, pendekatan kepolisian yang humanis harus diwujudkan melalui keterbukaan menerima aspirasi, kesediaan mendengarkan kritik, serta kesungguhan menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.

 

“Mangente bukan sekadar kegiatan silaturahmi, tetapi menjadi ruang komunikasi dua arah agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, kritik, maupun harapan secara terbuka kepada kepolisian. Setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi dan dikoordinasikan dengan satuan kerja terkait untuk ditindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangannya,” jelas Kabidhumas.

 

Ia menambahkan, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya slogan. Kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman, kepastian pelayanan, serta membangun hubungan yang saling percaya dengan seluruh elemen masyarakat.

 

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, gereja, pemuda, tokoh adat, dan lingkungan RT/RW, untuk terus membangun komunikasi serta berkolaborasi menjaga Kamtibmas. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polda Maluku berkomitmen terus meningkatkan profesionalisme, memperbaiki pelayanan, dan hadir secara responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

 

Kegiatan Mangente Kamtibmas bersama Pemuda Kudamati di Gereja GPM Rehoboth menegaskan bahwa kemitraan antara kepolisian dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.

 

Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat memperlihatkan bahwa harapan terhadap Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga menyangkut profesionalisme anggota, transparansi pelayanan, perlindungan generasi muda, pemberantasan narkoba, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan.

 

Melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Maluku ingin memastikan bahwa komunikasi antara kepolisian dan warga berlangsung secara terbuka, berkelanjutan, serta menghasilkan langkah nyata yang dapat dirasakan manfaatnya.

 

Kemitraan dengan gereja dan komunitas keagamaan juga menjadi bagian penting dalam merawat kerukunan, membangun karakter generasi muda, serta menjaga nilai-nilai persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Maluku.

 

Polda Maluku berkomitmen untuk terus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan responsif. Sebab, kepercayaan publik merupakan modal penting dalam menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.30 hingga 16.30 WIT tersebut ditutup dengan sesi foto bersama Kapolda Maluku, jajaran Polda Maluku, pengurus gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh peserta. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali.

 

( Bid Humas Polda Maluku / AAS / MMP-MLK )